LANGIT7.ID, Jakarta - Desa Wisata Ugar merupakan salah satu desa wisata yang ada di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Desa wisata ini mempunyai potensi wisata bahari yang menakjubkan.
Kawasan wisata ini menyajikan perpaduan lanskap gugusan pulau-pulau kecil, langit biru, dan hutan hujan tropis.
Desa wisata ini juga masuk dalam 50 besar di ajang
Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Keindagan kawasan ini terlihat dari penampakan pulau-pulau mirip gugusan pulau seperti di Raja Ampat, dengan beragam pulau-pulau kecil di sekelilingnya atau berupa pulau kapur.
Baca juga: Pineus Forest View, Tempat Wisata Alam yang Antimainstream Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan Kampung Ugar memiliki kawasan perairan dan daratan yang menawan, pantainya berpasir putih dengan pohon kelapa berjejer di tepian.
“Sepanjang perjalanan menuju
Kampung Ugar, mata kita dimanjakan dengan pemandangan yang indah, dan juga atraksi budaya yang luar biasa,” ungkap Sandiaga dalam keterangannya Ahad (16/10/2022).
Menurutnya, pulau-pulau kecil yang membentang membentuk Kepulauan Ugar tersebut, juga memiliki jejak arkeologi berupa lukisan prasejarah pada dinding-dinding tebing karst.
“Saya baru datang langsung dikasih hujan meskipun hujan tetap jalan, karena hujan di Kampung Ugar, Kabupaten Fakfak membawa keberkahan. Saat hujan wilayah ini tetap cantik. Untuk itu Kampung Ugar harus dikembangkan sebagai destinasi wisata,” katanya.
Permukiman warga ini berbentuk memanjang di jalan kampung dengan ikon masjid berkubah. Sebagian besar penduduk Kampung Ugar berprofesi sebagai nelayan, dan mayoritas penduduknya beragama Islam.
Di sekitar Kampung Ugar juga ada masjid tertua bersejarah di semenanjung Papua, yaitu Masjid Tua Patimburak. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan sejarah Islam di Papua, serta menjadi pusat agama Islam di wilayah itu.
Baca juga: Menparekraf Terpesona Keindahan Alam Kota Fakfak PapuaHal unik lainnya terdapat pada masyarakat yang terus mempertahankan arsitektur masjid berupa perpaduan bentuk gereja dan masjid. Perpaduan tersebut terlihat sebagai perwujudan kuatnya toleransi antara agama di Fakfak.
“Melihat beragam potensi tersebut, kami hadir di sini dan akan melakukan pelatihan dan pendampingan. Semoga kita bisa mengangkat perekonomian Kampung Ugar, terlebih Kampung Ugar memliki keunikan sejarah dan ecotourism yang berkelanjutan,” kata Menparekraf.
Sandiaga menambahkan, potensi ekonomi kreatif di Kampung Ugar juga menjanjikan mulai dari keunikan kuliner seperti ikan kakap kuah kuning, tagas-tagas, kangkong tumis, ayam bumbu bakar bambu, kue lontar, sirup pala, serta nasi kelapa bakar.
(sof)