LANGIT7.ID, Jakarta - Desa Kaki Air merupakan salah satu desa di Kabupaten Buru yang mempunyai ragam potensi wisata yang unik. Mulai dari pesona alamnya yang begitu indah dan mempesona, hingga kegiatan adat istiadat dan lainnya yang menarik untuk dikunjungi wisatawan.
PJ Kepala Desa Kaki Air, Rahmawati Dafrullah mengatakan Desa Kaki Air ini berada di wilayah Kecamatan Teluk Kayely, Kabupaten Buru, Maluku. Mayoritas penduduk desa ini berprofesi sebagai nelayan.
"Saat ini alhamdulillah bersyukur Desa Kaki Air dalam proses menjadi
desa wisata. Di mana rata-rata penduduknya adalah Suku Bugis yang hidup bermukim di atas muara sejak tahun 1940-an," kata Rahmawati dalam tayangan YouTube Dinas Pariwisata Maluku dikutip Selasa (1/11/2022).
Baca juga: Pantai Air Buaya, Objek Wisata Alam Terbaik di Desa Wisata DurjelaRahmawati berharap agar ke depan desanya dapat menjadi salah satu desa wisata yang hadir sebagai salah satu pilihan wisata baik bagi wisatawan lokal, maupun mancanegara, melalui berbagai daya tarik yang ditawarkan.
"Desa Kaki Air mempunyai keunikan tersendiri sehingga dari 82 desa yang ada di Kabupaten Buru, Desa Kaki Air menjadi desa yang paling unik karena daya tarik yang ditawarkan, serta ragam kuliner yang tersedia di desa ini," ungkapnya.
Menurutnya, saat berkunjung ke desa ini wisatawan dapat dimanjakan dengan ragam pilihan kuliner mulai dari kepiting, udang, dan lainnya. Tak hanya kuliner, menurutnya desa ini juga dikenal dengan keramahtamahan dari masyarakat desa sekitar.
"Kami terkenal dengan kuliner serta keramahtamahan masyarakat lokal, jadi setiap tamu yang datang dari luar itu selalu ingin datang ke Desa Kaki Air karena desa ini desa yang paling unik, yakni desa yang berada di atas air atau muara," katanya.
Lokasi Desa Kaki Air yang berada di atas muara ini membuat wisatawan yang berkunjung harus mempersiapkan banyak persiapan, sebelum menuju desa ini. Sebab, menurut Rahmawati saat ini akses darat belum tersedia sehingga wisatawan dapat memanfaatkan transportasi laut.
Baca juga: Kemenparekraf Targetkan Kunjungan Wisatawan ke Labuan Bajo 1,5 juta Per Tahun "Untuk menuju desa wisata kami akses jalan belum ada namun yang selalu kami lakukan ialah menggunakan transportasi laut," ujarnya.
Saat hendak menuju desa ini Sahabat Langit7 dapat menggunakan speedboat dari Pelabuhan Merah Putih, Namlea dengan durasi waktu tempuh kurang lebih 15 hingga 20 menit.
Ketika berada di desa ini, Sahabat Langit7 juga akan menemukan berbagai kegiatan masyarakatnya yang cukup produktif, mulai dari kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti produksi stik ikan, lidah kucing, hingga pembuatan ikan garam.
(sof)