LANGIT7.ID, Jakarta - Pantai Air Buaya menjadi salah satu spot keindahan alam kebanggaan masyarakat Desa Durjela, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Desa ini memiliki sumber daya alam serta kehidupan masyarakat damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya gotong royong.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Durjela, Ridolf G Barend mengatakan Pantai Air Buaya menjdi salah satu objek wisata terbaik di desanya, sehingga kawasan wisata ini masih belum terjamah oleh wisatawan terutama dari luar Kabupaten Kepulauan Aru.
"Perjalanan kita menuju Pantai Air Buaya dapat di tempuh dari Desa Durjela sekitar 15 sampai 20 menit menggunakan moda transportasi laut, yaitu speed boat, pantai ini belum dikunjungi wisatawan yang di luar Kabupaten Aru," kata Ridolf dalam tayangan YouTube Dinas Pariwisata Maluku, dikutip Selasa (1/11/2022).
Baca Juga: Legislator Minta Freeport Indonesia Kembangkan Wisata TimikaPantai Air Buaya sendiri terletak di Desa Wisata Durjela, Kepulauan Aru, Maluku. Biaya masuk ke lokasi ini untuk sementara masih gratis karena belum adanya pengelolaan dari masyarakat hingga pemerintah setempat.
"Jadi untuk menikmati keindahan pantai ini wisatawan hanya perlu mengeluarkan biaya transportasi pulang pergi, yaitu Rp10 ribu per orang dengan ketentuan minimal lima orang," jelasnya.
Tak hanya itu, di kawasan pantai ini juga terdapat sebuah batu kapal, serta memiliki kondisi pasir yang halus sehingga pantai ini bisa menjadi salah satu rekomendasi tempat wisata saat berkunjung ke Maluku.
"Bagi saudara yang ingin berwisata di sini mungkin bisa datang ke desa kami, Desa Durjela menggunakan speed boat dengan waktu tempuh sekitar 15 hingga 20 menit," ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Durjela, Herman G Barend menjelaskan, alasan tempat ini dinamakan sebagai Pantai Air Buaya karena di dalam kawasan pantai terdapat air yang dahulunya menjadi tempat hidup buaya.
Baca Juga: Menjelajahi Gua Nan Panjang, Destinasi Wisata Alam di Simarasok"Namun sekitar tahun 1960-an ada sebagian masyarakat yang memang bukan asal Aru datang untuk mengambil buaya yang ada di air ini. Sehingga dengan sendirinya buaya yang ada di sini menjadi punah dan habis," kata Herman.
Menurut Herman, hingga saat ini sudah tidak ada lagi buaya di tempat wisata ini, akan tetapi masyarakat setempat tetap menyebut tempat ini sebagai Pantai Air Buaya. Kemudian dia juga mengajak wisatawan yang hendak berwisata untuk datang ke pantai ini.
"Bagi masyarakat Indonesia umumnya, dan khususnya yang ada di Provinsi Maluku, yang berkeinginan berwisata ke Desa Durjela di sini ada satu tempat wisata bernama Pantai Air Buaya dan jika ada waktu bisa langsung jalan-jalan atau keliling pantai ini," ujar Herman.
Menurut dia, Pantai Air Buaya ini cukup indah belum ada kerusakan-kerusakan lingkungan, sehingga suasana alam yang ada di kawasan tersebut terasa masih begitu asri.
Dengan demikian, bagi Sahabat Langit7 yang berniat untuk mengunjungi kawasan wisata pantai ini untuk tetap menjaga keasrian, dan kelestarian alam yang ada di Desa Wisata Durjela.
(zhd)