LANGIT7.ID, Jakarta - Para
pelaku usaha mesti mengambil langkah tepat jelang resesi 2023. Hal ini penting agar bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan pengelolaan bisnis.
CEO Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho menjelaskan,
resesi bisa diartikan sebagai suatu kondisi ketika perekonomian memburuk, sehingga berdampak pada pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang negatif dan angka pengangguran meningkat.
Namun, Indonesia diprediksi akan selamat dari jurang resesi. Proyeksi ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 5,3 persen, dan tahun depan menjadi 5 persen.
"Pertumbuhan 5 persen ini masih lebih baik ketimbang pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat yang ekonominya diperkirakan hanya tubuh 1,6 persen di tahun ini dan turun menjadi satu persen saja di tahun 2023," jelas dia dikutip dari kanal YouTubenya, Jumat (18/11/2022).
Baca Juga: Gelombang PHK Perusahaan Teknologi, Benarkah Imbas Resesi Global?Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa penisnis mesti bijak dalam mengambil keputusannya. Setidaknya ada 4 hal yang mesti diperhatikan, seperti berikut ini:
1. Alokasi DanaPebisnis mesti cerdas dalam mengalokasikan anggaran, terutama saat resesi 2023. Adapun langkah yang bisa ditempuh adalah dengan mengurangi permintaan konsumen.
"Jangan sampai anggaran yang dikeluarkan justru mengganggu operasional bisnis. Manajemen finansial menjadi sangat penting dalam hal ini," katanya.
2. DiversifikasiSelain berhati-hati dalam mengalokasikan anggaran, pebisnis juga mesti melakukan diversifikasi. "Selain produk, pebisnis juga harus memikirkan diversifikasi pendapatan pada sumber-sumber yang lebih prospektif," katanya.
3. PHKMenurutnya, pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak selalu menjadi solusi tepat. Jadi pebisnis harus memikirkan matang-matang sebelum melakukannya.
Selain merugikan karyawan, perusahaan juga berpotensi kehilangan talenta terbaiknya. Apalagi sudah mengeluarkan biaya untuk training dan learning bagi para karyawannya.
"Alternatifnya bisa melakukan pengurangan jam kerja," jelasnya.
4. Investasi TeknologiPebisnis bus berinvestasi untuk mengadopsi teknologi. Hal itu dilakukan agar membuat operasional kerja lebih efisien.
"Selain itu, bisnis akan lebih transparan, fleksibel, dan analis berbasis teknologi juga dapat membantu manajemen lebih memahami perkembangan bisnis," ujarnya.
Menurutnya, resesi akan menjadi ujian dalam bisnis. Sehingga pebisnis harus bisa mencari solusi tepat untuk menyelesaikan tantangan yang ada.
"Anda dituntut untuk lebih lincah dan tidak membuat kesalahan dengan konsekuensi yang sangat besar," katanya.
Dia menambahkan, resesi sebetulnya adalah bagian dari siklus bisnis. Ada kalanya bisnis mengalami pertumbuhan pesat, juga terkontraksi.
"Lakukan evaluasi dalam bisnis, kuatkan fondasi, dan kelola rantai pasok dengan lebih baik, serta miliki SDM yang kompeten di bidangnya," tambahnya.
(bal)