Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 30 Januari 2026
home wisata halal detail berita

Kampung Wisata Kauman, Lokasi Berdirinya Organisasi Muhammadiyah

hasanah syakim Selasa, 22 November 2022 - 09:23 WIB
Kampung Wisata Kauman, Lokasi Berdirinya Organisasi Muhammadiyah
Kampung Wisata Kauman, Lokasi Berdirinya Organisasi Muhammadiyah. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Kampung Wisata Kauman merupakan sebuah kampung urban kecil, terletak di sebelah barat alun-alun utara Kota Yogyakarta. Kendati kecil akan tetapi kondisi kampung ini terbilang padat, rumah-rumah terlihat berdempetan antara satu dengan yang lainnya.

Selain itu, di Kampung Kauman ini juga terdapat beberapa gang sempit yang di sebelahnya hanya cukup untuk pejalan kaki. Jika dilihat sekilas, kampung ini terlihat sama dengan kampung-kampung lainnya di Yogyakarta akan tetapi kampung kecil ini menjadi kampung terbaik di Yogyakarta.

Hal tersebut karena di kampung ini lahir seorang ulama terkemuka serta Pahlawan Nasional Indonesia, yaitu Kiai Haji Ahmad Dahlan. Pada tahun 1912 Kiai Ahmad Dahlan mendirikan persyarikatan Muhammadiyah, sebuah organisasi berbasis kampung yang kini menjelma sebagai organisasi Islam modern terbesar di Indonesia.

Pengaruh dari organisasi ini mencakup ujung barat hingga ujung timur Indonesia, jutaan orang bernaung di bawah organisasi yang berlambang matahari. Besarnya kiprah Muhammadiyah dapat dilihat dari statistiknya yang impresi, organisasi ini berhasil mengelola kurang lebih 177 perguruan tinggi, ratusan rumah sakit, serta puluhan ribu sekolah di semua jenjang.

Baca Juga: Innalillahi, Ulama Persis KH Aceng Zakaria Wafat

Arkeolog, Subhi Mahmashony Harimurti turut menjelaskan sejarah kampung-kampung sebelum kedatangan Muhammadiyah, kata Subhi, kehidupan kampung ini sebelum adanya Muhammadiyah bisa dikatakan cukup kompleks.

"Yakni, terdapat dua poin pertama masalah kondisi ekonomi dan kedua kondisi keagamaan. Mengenai kondisi ekonomi khususnya sosial ekonomi kita tahu, bahwasanya rata-rata masyarakatnya adalah para pedagang dan pengusaha batik," kata Subhi dalam tayangan YouTube Suara Muhammadiyah TV, dikutip Selasa (22/11/2022).

Penulis Buku "Bangunan Bersejarah Muhammadiyah di Yogyakarta" ini juga menyebutkan, dari sisi keagamaan diketahui bahwa beberapa orang masih mempraktikan ajaran-ajaran yang mungkin kurang sesuai, atau masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah TBC, yakni tahayul, bid'ah, dan churafat.

"Itulah yang kemudian oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan dimurnikan, diperbarui atau istilahnya tajdid dan tajrid. Saat itu tajdid ialah memperbarui dan tajrid memurnikan," ujarnya.

Menurut Subhi, situasi dan kondisi masyarakat yang banyak berprofesi sebagai pedagang kemudian dimanfaatkan oleh Kiai Ahmad Dahlan, saat menyebarkan ide-ide, bahkan hingga menyebarkan ide pembaruan lewat Muhammadiyah keluar Kota Yogyakarta.

"Jadi Muhammadiyah itu justru lebih diuntungkan dengan profesi para pedagang batik, diuntungkan untuk bisa menyebarkan gagasan-gagasan keluar terutama keluar Kota Yogyakarta," tutur Subhi.

Baca Juga: IDI Kerahkan Seluruh Anggota untuk Tangani Korban Gempa Cianjur

Selanjutnya, saat berada di Kampung Kauman ini Sahabat Langit7 akan disuguhkan dengan desain atau rancangan bangunan. Sebab, bangunan-bangunan yang ada di Kampung Kauman Yogyakarta ini dapat dikatakan unik.

"Pertama karena Kauman sebagaimana kita ketahui, bahwa secara lokasi ataua geografis berdekatan dengan kawasan wisata Malioboro. Titik nol kilometer Kota Yogyakarta, di mana situasinya begitu ramai, akan tetapi di sisi selatannya atau barat dayanya situasi kemudian menjadi tenang dan nyaman," ujarnya.

Lebih lanjut, Subhi menuturkan terutama ketika memasuki perkampungan Kauman yang dikatakan mirip labirin, bagi beberapa orang yang mungkin tidak begitu menguasai atau tidak memegang GPS bisa saja tersesat di dalamnya.

"Selain itu, arsitektural yang ada di Kauman bangunan-bangunannya juga dinilai khas, pola khas ini khususnya merujuk pada bangunan-bangunan khas kolonial. Di mana hal itu semakin memererat dan menguatkan bahwasanya Kauman ini adalah kampung peninggalan budaya," ujarnya.

Menurut dia, di kampung ini beberapa bangunannya unik karena memiliki ciri khas, selain kondisi atau arsitekturnya yang memang khas kolonial juga beberapa memiliki tempat yang tinggi, atau tempat yang bertingkat seperti halnya langgar dhuwur.

"Langgar dhuwur ini juga punya fakta sejarah yang secara singkat saya katakan bahwasanya langgar ini dulunya merupakan kediaman dari Kyai Haji Raden Hasyid, yang merupakan saksi bisu nama Muhammadiyah," katanya.

Dia menjelaskan, sebelum Muhammadiyah didirikan pada 18 November 1912, terlebih dahulu didiskusikan untuk nama organisasi ini. Hingga kemudian diusulkan dan disepakati nama Muhammadiyah, berarti pengikut Nabi Muhammad Saw.

Hingga kini, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata menjadikan Kampung Kauman sebagai salah satu Kampung Wisata. Kegiatan ini bertujuan lebih memperkenalkan kampung wisata yang ada di Koa Yogyakarta, serta potensi-potensinya sehingga Kampung Wisata Kauman bisa menjadi alternatif berwisata ketika berada di Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Persib Bandung Berharap Kompetisi Lanjutan Liga 1 Segera Dimulai

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 30 Januari 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
12:09
Ashar
15:29
Maghrib
18:21
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan