LANGIT7.ID - , Jakarta -
Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Ahad (4/12/2022) kemarin. Saat ini Gunung Semeru berstatus awas atau level IV. Badan Geologi
Kementerian ESDM, Magma Indonesia mengimbau masyarakat untuk waspada dan tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak Gunung Semeru, karena rawan bahaya lontaran batu (pijar).
Melalui lamannya, Magma Indonesia melaporkan sejumlah
gunung berapi yang harus diwaspadai meski berstatus siaga atau level III. Berikut tiga gunung di Indonesia yang berstatus siaga hari ini, Senin (5/12/2022) dari pukul 06.00-12.00 dan belum terdapat pembaruan.
Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Potensi Penyakit dan Cara Pencegahannya
Gunung Anak Krakatau
Gunung Api Anak Krakatau terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Saat ini, pada gunung api terlihat asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 25 meter dari puncak. Cuaca disekitarnya berawan, angin lemah ke arah timur laut.
"Sementara pengamatan kegempaan, terjadi satu kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3 mm dengan lama gempa 4 detik. Kemudian, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 5 detik," bunyi keterangan Magma Indonesia.
Karenanya, masyarakat direkomendasikan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.
Gunung Merapi
Gunung Api Merapi terletak di Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kondisi gunung api saat ini tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur dan selatan.
Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Doa Mohon Keselamatan di Bacaan Dzikir PagiTerkait gempa, hari ini sudah terjadi 27 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-24 mm dan lama gempa 26.2-156.2 detik. Lalu, 6 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak dengan amplitudo 4-7 mm, S-P 0.4-0.7 detik dan lama gempa 6-10 detik. Kemudian, 10 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4-10 mm, S-P 0.5-1 detik dan lama gempa 7.6-13.2 detik.
"Masyarakat direkomendasikan untuk tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, waspada bahaya lahar, dan menjauhi sejumlah titik yang berpotensi bahaya gugu lava dan awan panas," imbaunya.
Gunung Ili Lewotolok
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Kini, gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-200 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah ke arah timur dan barat.
Meski tidak terdapat aktivitas gempa, namun masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3-4 kilometer dari puncak Gunung Ili Lewotowok dan mewaspadai potensi ancaman guguran lava juga awan panas dari bagian timur puncak gunung.
Baca juga: BNBP Catat 1.979 Orang Mengungsi akibat Erupsi Gunung SemeruErupsi Gunung Semeru meningkatkan potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lain. Magma Indonesia meminta masyarakat untuk memakai masker atau perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
Selain itu, di musim hujan saat ini, ancaman lain dari kondisi ini yaitu potensi bahaya lahar.
"Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar terutama di saat musim hujan," terang Magma Indonesia.
(est)