LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang muslim boleh saja merayakan kebersamaan di momen libur
Natal dan Tahun Baru (Nataru) bersama keluarga tanpa khawatir merusakan akidahnya.
Toleransi antarumat bergama memang tetap harus dijaga, tapi jangan sampai niat liburan akhir tahun ini bukan karena Allah SWT.
Kaum muslimin memang harus tetap menjaga akidah di momen besar perayaan besar umat agama lain. Jadi
liburan bersama keluarga bukan karena momen Natal seperti halnya umat Kristiani.
Sebab ada rambu-rambu yang membatasinya, yakni hadist Nabi SAW: "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya." (HR Abu Daud no. 3512 dari Ibnu Umar dan dishahihkan oleh Al-Albani).
Baca Juga: Dodi Permana Putuskan Masuk Islam di Momen NatalLalu seperti apa menikmati libur Nataru untuk umat Islam. Menukil laman Halal Watch World, berikut 3 cara muslim menikmati momen libur Nataru dengan tetap syar'i:
1. Memberi HadiahRasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk saling memberi hadiah. Hal ini bertujuan agar menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama.
Anjuran memberi hadiah ini pun tak memiliki waktu khusus. Sehingga bisa dilakukan kapan pun bahkan setiap hari.
Rasulullah SAW, “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai." (HR Bukhari).
2. Ajarkan Anak IbadahDaripada menghabiskan waktu libur hanya untuk santai dan tidur, lebih baik Sahabat meluangkan waktu untuk keluarga. Adapun kegiatan yang bisa dilakukan yakni mengajarkan anak untuk ibadah.
Berikan mereka pengetahuan bahwa salat merupakan ibadah wajib yang tak boleh dilewatkan. Ajarkan pula mereka bacaan dan gerakan salat yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Nabi SAW bersabda, "Perintahlah anak-anakmu salat di waktu mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka manakala mengabaikannya ketika mereka berumur sepuluh tahun." (HR. Abu Daud dan Ahmad).
3. Kaji Soal Isa dan MaryamSahabat
Langit7 juga bisa mengkaji perihal Nabi Isa as dan Maryam. Dengan mendapatkan kebenaran melalui Al-Quran, tentu akan menambah kadar keimanan dan keyakinan yang kuat terhadap Islam.
Sahabat juga tak perlu bingung dalam memahami ayat Al-Quran, karena ada banyak kajian ustadz yang dilakukan secara online di YouTube dan media sosial lain.
Bahwasannya dijelaskan pula dalam Al-Quran bahwa Nabi Isa as lahir dari rahim Maryam. Isa AS ditegaskan hanyalah seorang rasul yang ditugaskan berdakwah untuk Bani Israil.
Allah SWT secara tegas berfirman, "Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. (An-Nisa: 171).
(bal)