LANGIT7.ID - , Doha - Kesuksesan Maroko di
Piala Dunia 2022 membawa keuntungan tersendiri bagi penjual jersey replika. Pemilik toko di Souq Waqif, Doha, Muhammad Sadiq mengaku permintaan kaus timnas yang dijuluki
Singa Atlas ini meroket.
Sebelumnya, jersey Argentina, Brasil, dan tuan rumah Qatar menjadi yang paling banyak dicari di beberapa pekan pertama Piala Dunia.
“Pada bulan November, kami biasa menjual beberapa kaos
Maroko setiap hari dari lusinan yang kami pesan,” kata Sadiq, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (14/12/2022).
Baca juga: Serba-serbi Tentang Fakta dan Keunikan Negara MarokoNamun, setelah Maroko berhasil menaklukkan Portugal dan maju ke babak semifinal, permintaan kaus dan merchandisenya diburu banyak penggemar. Permintaan mulai meninggi setelah tim asuhan Walid Regragui ini mengalahkan Spanyol di babak sistem gugur.
“Setiap kali Maroko menang, kami akan memesan ratusan [baju] lagi dan terjual habis sore hari pada hari pertandingan berikutnya,” kata Sadiq.
Sejak tim Maroko lolos ke semifinal, ribuan suporter telah terbang ke Doha dari berbagai belahan dunia. Setibanya di Doha, pemberhentian pertama mereka adalah Souq Waqif, dan item pertama dalam daftar belanja mereka adalah kemeja Maroko, atau bendera, atau bahkan keduanya.
Seperti Anas El Karim yang terbang dari Berlin sehari setelah kemenangan Maroko atas Portugal, namun kesulitan mendapat kaus timnas yang dijagokannya itu.
“Saya diberitahu bahwa saya akan dapat menemukan kaos tim saya di sini, tetapi tampaknya sudah terjual habis,” katanya dengan ekspresi kecewa.
Baca juga: Dihantam Cedera, Kapten Maroko Optimis Pulih Jelang SemifinalBendera Maroko, warna merah dengan bintang hijau di tengah, mengambil alih perhatian dari si tuan rumah, Qatar.
Fans dari seluruh dunia Arab membawa dan melambaikannya dengan bangga di stadion dan zona penggemar. Mulai dari menutupi gedung pencakar langit, digantung di balkon apartemen, hingga berkibar di mobil di setiap kemenangan Maroko.
Boleh dibilang, popularitas bendera Maroko duduk di posisi kedua setelah bendera Palestina di seluruh Qatar.
“Bahkan orang Pakistan, Bangladesh, dan India datang meminta bendera Maroko,” kata Sharf-ud-Din, penjaga toko Nepal yang menjual perlengkapan Piala Dunia di toko pakaiannya.
Tingginya peminat merchandise Maroko membuat para pedagang mencari solusi tepat untuk memenuhi ketersediannya. Salah satu caranya dengan membuat bendera Maroko di Qatar.
“Sekelompok pria Bangladesh dan Pakistan mendapatkan lembaran kain merah dari pasar lokal dan membuat bendera ini di rumah,” kata Din sambil menunjuk ke bendera Maroko buatan tangan yang digantung di sebelah bendera Qatar dan Palestina.
Baca juga: Preview Maroko vs Prancis di Semifinal Piala Dunia 2022Sebagai informasi, harga yang ditawarkan untuk sehelai kaus Maroko berkisar 30 riyal atau sekitar Rp125.000 per potong. Namun karena tingginya permintaan pasar dan minimnya ketersediaan barang, Sadiq menjual kaus berkualitas buruk dengan harga minimal 50 riyal atau sekira Rp200.000.
“Pemasok kami telah memberi tahu kami bahwa mereka tidak memiliki kemeja yang tersisa di Bangladesh atau China, jadi kami akan memanfaatkan beberapa lusin yang tersisa,” katanya tanpa basa-basi.
Toko-toko telah menikmati bisnis yang hebat selama beberapa minggu terakhir, dan sekarang keluar untuk memanfaatkan hari-hari terakhir yang tersisa sebelum hiruk pikuk sepak bola membuka jalan bagi bisnis reguler.
Jika Maroko akhirnya mengalahkan Prancis di semifinal, Sadiq harus menemukan solusi untuk memenuhi permintaan lebih banyak penggemar Maroko yang akan mengecat negara itu dengan warna merah.
Baca juga: Ada Doa dan Restu Orang Tua Dibalik Kesuksesan Timnas Maroko(est)