LANGIT7.ID, Jakarta - Penampilan Maroko di Piala Dunia 2022 turut menyajikan gambaran yang indah di mana doa-doa dan sujud syukur bertebaran di lapangan. Saat kekalahan
The Atlas Lions melawan Prancis, para pemain dan staff menggelar sujud syukur walaupun gagak ke final. Pun ketika mereka gagal di perebutan tempat ketiga melawan Kroasia.
Sejumlah skuad Walid Ragregui juga terekam kamera melantunkan doa-doa sebelum memasuki lapangan hijau. Misalnya sebagaimana yang ditunjukkan striker Zakaria Aboukhlal yang berdoa sebelum masuk sebagai pemain pengganti.
Praktik religius juga ditunjukkan Hakim Ziyech dkk pada putaran 16 besar melawan Spanyol. Mereka berhasil memulangkan Juara Puala dunia 2010 itu lewat adu penalti di mana mereka membaca Surat Al-Fatihah secara serempak saat tos-tosan sesi dimulai.
Baca juga: Presiden FIFA: Piala Dunia 2022 Qatar Terbaik Sepanjang Sejarah “Setiap aktivitas yang tidak mengandung dzikrullah adalah sesuatu yang sia-sia,” kata Ustadz Zarqony Alwy Ahmad, Mudir LBQ Al-Utsmani yang menjagokan Portugal saat berbincang dengan Langit7.id.
Ustadz alwy merujuk sebuah hadits, dari Jabir bin Abdillah Rasulullah Saw. bersabda,
“Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan. Kecuali empat perkara, yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan berenang.” (HR. An-Nasa’i).
Dilansir Al-Jazeera, Manajer Al-Jazeera Inggris Soraya As-Salam mendengar lantunan “La ilaha illa Allah” dari para pendukung di tribun. Bagi umat Islam, tindakan yang mewujudkan keimanan dari para pemain Maroko telah mencuri jutaan hati para penonton.
“Mereka, pada kenyataannya, mengulangi paruh pertama pernyataan syahadat, "Tidak ada Tuhan selain Tuhan," dan beberapa tepukan kemudian, paruh kedua: "Muhammad adalah utusan Tuhan." Semacam seruan kolektif untuk mengangkat semangat dan mengekspresikan kebanggaan pada keyakinan utama Islam di antara sesama penganut,” tulis Soraya.
Baca juga: Ambisi Messi Raih Gelar Pertama dan Jegal Prancis Tidak hanya negara muslim,
Jepang sebagai negara sekuler pun turut mengiringi perjalanan tim kesayangan mereka dengan doa. Para fans menggantungkan Papan Ema-yang biasa digunakan untuk berdoa di kuil- bertuliskan harapan untuk kesuksesan Samurai Biru di Piala Dunia di Qatar.
Ratusan Papan Ema tergantung memenuhi dinding di kuil Ashiosha di Nisshin, Prefektur Aichi. Ashinazuchi-no-Kami telah dianggap sebagai dewa yang memberkahi kesehatan kaki dan pinggang, diabadikan di Ashiosha, yang memproduksi Papan Ema dan jimat bermotif sepak bola, termasuk lambang tim sepak bola nasional Jepang.
Situs suci ini telah menarik penggemar sepak bola dari seluruh negeri sejak 2002 ketika Piala Dunia diadakan di Jepang dan Korea Selatan sehingga dijuluki sebagai "kuil sepak bola", sebagaimana dilansir The Japan News.
Jepang lolos ke 16 besar sebagai juara klasemen Grup F hingga akhirnya tehrenti Piala Dunia 2022 pada putaran 16 besar. Meskipun berhasil mengimbangi Kroasia, mereka kalah lewat adu penalti.
Pelatih Timnas Brasil, Tite, kedapatan mengunjungi masjid di Qatar bersama sejumlah ofisial. Momen itu terjadi jelang Brasil menghadapi Serbia di babak penyisihan Grup G Piala Dunia 2022, Jumat (25/11) dini hari WIB.
Baca juga: Kalahkan Maroko 2-1, Kroasia Pupus Harapan Singa Atlas Raih Juara 3 Brasil akan melawan Serbia di Lusail Stadium, Al Dayeen, Qatar kala itu.
Pelatih bernama lengkap Adenor Leonardo Bacchi tertangkap kamera mengunjungi sebuah masjid di Kota Doha, dekat Grand Hamad Stadium usai memimpin sesi latihan ringan Neymar cs. Tite didampingi sejumlah offisial Qatar saat berkunjung ke masjid.
"Tite mengunjungi masjid hari ini. Pelatih selama perjalanan sering mengunjungi tempat-tempat keagamaan untuk berdoa," tulis Twitter @BrasilEdition, akun yang mengulas wajah sepak bola Brasil, dikutip Kamis (24/11/2022).
Tite kabarnya sering mengunjungi rumah ibadah untuk mendukung performa anak-anak asuhnya. Pelatih berusia 61 tahun itu menyempatkan diri untuk merenung, meditasi, dan memanjatkan doa.
(sof)