3 Fakta Tergelincirnya Pesawat Rimbun Air PK-OTY di Papua
Andi MuhammadJum'at, 23 Desember 2022 - 18:45 WIB
Pesawat Rimbun Air PK-OTY yang terbang dari Timika tujuan Dogiyai tergelincir di bandara Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Jumat (23/12/2022). (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pesawat Rimbun Air PK-OTY yang terbang dari Timika tujuan Dogiyai tergelincir di bandara Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Jumat (23/12/2022). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.37 WIT.
Pesawat dikabarkan tergelincir di ujung landasan dan telah dievakuasi ke lokasi aman. Aktivitas penerbangan yang sempat tersendat pun kembali berjalan normal.
Berikut ini tiga fakta tergelincirnya pesawat Rimbun Air PK-OTY di Papua:
1. Diterpa Angin Kencang
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengungkapkan, faktor utama tergelincirnya pesawat akibat diterpa angin kecang saat hendak mendarat. "Benar siang tadi terjadi kasus tergelincir pesawat jenis Rimbun Air PK-OTY yang akan mendarat di Bandara Udara Moenamani dari Bandara Udara Timika," kata Kamal dalam keterangannya.
2. Tidak Ada Korban Jiwa
Kamal memastikan peristiwa tergelincirnya pesawat Rimbun Air PK-OTY tidak memakan korban jiwa. Meski demikian, aktivitas penerbangan di bandara Moanemani sempat tersendat.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut," ucap Kamal.
3. Tabrak Pagar Bandara
Kamal menjelaskan, pesawat Rimbun Air PK-OTY diduga kehilangan kendali dan menabrak pembatas runway. Hal tersebut terjadi saat pesawat hendak landing, arah angin secara tiba-tiba berubah sehingga pesawat tersebut tergelincir.
"Kecelakaan lantaran arah angin berubah saat pendaratan," jelas Kamal.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”