Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita

100 Cabang Bisnis Hiburannya Tutup Akibat Pandemi, Inul Bisa Bertahan karena Hal Ini

mahmuda attar hussein Senin, 23 Agustus 2021 - 13:36 WIB
100 Cabang Bisnis Hiburannya Tutup Akibat Pandemi, Inul Bisa Bertahan karena Hal Ini
Inul Darasista bersama keluarga. Foto: instagram inul.d
LANGIT7.ID, Jakarta - Pandemi Covid-19 mengakibatkan berimbas kepada seluruh jenis usaha yang ada di Indonesia, termasuk bisnis karaoke Inul Vizta milik pedangdut kenamaan Indonesia Inul Daratista.

Inul mengaku, pandemi juga berimbas kepada bisnisnya yang bergerak dalam sektor hiburan. Sehingga dalam kurun waktu 1,5 tahun pandemi, sebanyak 100 cabangnya yang tersebar di beberapa wilayah tanah air harus tutup.

Tidak mati langkah, Inul tetap berupaya untuk bisa menggerakkan roda perekonomiannya, dengan membangun bisnis baru yang bergerak di bidang kuliner, yakni Rawon Tulang Muda.

Baca juga: Keluar dari PNS, Muslim Ini Sukses Jalankan Bisnis PO Bus

Dengan beralih ke usaha Food and Beverage (F&B), ia meyakini dapat tetap mengembangkan bisnisnya, karena kebutuhan makanan di dalam kondisi dan situasi apa pun tetap memiliki permintaan di pasaran.

“Jadi kita memang memanfaatkan kenalan dan beberapa pelanggan kita dulu. Dengan menawarkan produk ke mereka Alhamdulillah belum sampai satu tahun bisnis F&B bisa tetap bertahan hingga sekarang. Jadi tidak hanya asal punya duit jualan dan untung. Strategi harus ada walaupun hanya kecil-kecilan,” ujarnya dalam Webinar Perempuan dan Pengelolaan UMKM, Minggu kemarin (22/8).

Menurutnya, kerja sama merupakan hal penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Dalam hal ini, rekan bisnis juga perlu mendapat keuntungan, sehingga nantinya akan saling memanfaatkan tanpa merugikan satu pihak.

Sebagai emak-emak, lanjut Inul, untuk bisa mengembangkan bisnis di saat pandemi, semua kembali kepada pelaku UMKM yang dituntut lebih kreatif, produktif, dan inovatif. Selain strategi bisnis, pegiat UMKM juga harus pandai membaca peluang yang ada dengan terus mengikuti tren masyarakat.

“Pandemi ini pun saya putar otak, karena bisnis hiburan karaoke dalam waktu 1,5 tahun tutup hingga 100 cabang. Bisa dibayangkan berapa aset di sana yang hilang, berapa karyawan yang juga berhenti. Kita harus terima keadaan juga dan terus bergerak menyesuaikan dengan usaha yang lainnya yang memang bisa diandalkan di situasi pandemi, seperti F&B,” jelasnya.

Baca juga: Sandiaga Dorong Mahasiswa Turut Andil Dalam Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dan UMKM

Menurutnya, dunia bisnis memiliki sifat yang lebih dinamis. Sehingga untuk bisa menjalankan bisnis yang memiliki ketahanan yang baik, pemahaman soal seluk beluk bisnis yang dijalani juga menjadi penting.

“Saya awalnya tidak mengerti apa pun dalam dunia bisnis ini. Belajar dari nol untuk mengerti keuangan, akuntansi dan segala tetek-bengek lainnya. Selain itu, kita tidak boleh cepat puas dalam perkembangan usaha dan harus berani rugi yang merupakan bagian dari risiko di dalamnya, tapi yang terpenting adalah bagaimana strategi usaha yang dilakukan bisa meminimalisasi kerugian,” imbuhnya.

Inul menegaskan, untuk memulai sebuah bisnis, pelaku usaha perlu meyakini sedari awal bahwa usaha yang akan dijalankan benar-benar aman. Setelah membuka bisnis, selanjutnya perlu diperhatikan perkembangan dan respon selama beberapa bulan ke depan, sebab awal usaha memiliki tantangan yang cukup berat terlepas apa pun bisnis yang dijalankan.

“Di samping keuntungan, kita juga perlu mengutamakan peningkatan kualitas dan kuantitas sebuah produk. Untung sedikit, tapi kalau kita bisa mengeluarkan barang cukup banyak dalam penjualan tentu akan mengembangkan usaha dengan cukup baik, dan jangan lupa untuk memberikan pelayanan yang baik pula,” jelasnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan