LANGIT7.ID, Jakarta - Pandemi Covid-19 mengakibatkan berimbas kepada seluruh jenis usaha yang ada di Indonesia, termasuk bisnis karaoke Inul Vizta milik pedangdut kenamaan Indonesia Inul Daratista.
Inul mengaku, pandemi juga berimbas kepada bisnisnya yang bergerak dalam sektor hiburan. Sehingga dalam kurun waktu 1,5 tahun pandemi, sebanyak 100 cabangnya yang tersebar di beberapa wilayah tanah air harus tutup.
Tidak mati langkah, Inul tetap berupaya untuk bisa menggerakkan roda perekonomiannya, dengan membangun bisnis baru yang bergerak di bidang kuliner, yakni Rawon Tulang Muda.
Baca juga: Keluar dari PNS, Muslim Ini Sukses Jalankan Bisnis PO BusDengan beralih ke usaha Food and Beverage (F&B), ia meyakini dapat tetap mengembangkan bisnisnya, karena kebutuhan makanan di dalam kondisi dan situasi apa pun tetap memiliki permintaan di pasaran.
“Jadi kita memang memanfaatkan kenalan dan beberapa pelanggan kita dulu. Dengan menawarkan produk ke mereka Alhamdulillah belum sampai satu tahun bisnis F&B bisa tetap bertahan hingga sekarang. Jadi tidak hanya asal punya duit jualan dan untung. Strategi harus ada walaupun hanya kecil-kecilan,” ujarnya dalam Webinar Perempuan dan Pengelolaan UMKM, Minggu kemarin (22/8).
Menurutnya, kerja sama merupakan hal penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Dalam hal ini, rekan bisnis juga perlu mendapat keuntungan, sehingga nantinya akan saling memanfaatkan tanpa merugikan satu pihak.
Sebagai emak-emak, lanjut Inul, untuk bisa mengembangkan bisnis di saat pandemi, semua kembali kepada pelaku UMKM yang dituntut lebih kreatif, produktif, dan inovatif. Selain strategi bisnis, pegiat UMKM juga harus pandai membaca peluang yang ada dengan terus mengikuti tren masyarakat.
“Pandemi ini pun saya putar otak, karena bisnis hiburan karaoke dalam waktu 1,5 tahun tutup hingga 100 cabang. Bisa dibayangkan berapa aset di sana yang hilang, berapa karyawan yang juga berhenti. Kita harus terima keadaan juga dan terus bergerak menyesuaikan dengan usaha yang lainnya yang memang bisa diandalkan di situasi pandemi, seperti F&B,” jelasnya.
Baca juga: Sandiaga Dorong Mahasiswa Turut Andil Dalam Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dan UMKMMenurutnya, dunia bisnis memiliki sifat yang lebih dinamis. Sehingga untuk bisa menjalankan bisnis yang memiliki ketahanan yang baik, pemahaman soal seluk beluk bisnis yang dijalani juga menjadi penting.
“Saya awalnya tidak mengerti apa pun dalam dunia bisnis ini. Belajar dari nol untuk mengerti keuangan, akuntansi dan segala tetek-bengek lainnya. Selain itu, kita tidak boleh cepat puas dalam perkembangan usaha dan harus berani rugi yang merupakan bagian dari risiko di dalamnya, tapi yang terpenting adalah bagaimana strategi usaha yang dilakukan bisa meminimalisasi kerugian,” imbuhnya.
Inul menegaskan, untuk memulai sebuah bisnis, pelaku usaha perlu meyakini sedari awal bahwa usaha yang akan dijalankan benar-benar aman. Setelah membuka bisnis, selanjutnya perlu diperhatikan perkembangan dan respon selama beberapa bulan ke depan, sebab awal usaha memiliki tantangan yang cukup berat terlepas apa pun bisnis yang dijalankan.
“Di samping keuntungan, kita juga perlu mengutamakan peningkatan kualitas dan kuantitas sebuah produk. Untung sedikit, tapi kalau kita bisa mengeluarkan barang cukup banyak dalam penjualan tentu akan mengembangkan usaha dengan cukup baik, dan jangan lupa untuk memberikan pelayanan yang baik pula,” jelasnya.
(zul)