LANGIT7.ID, Semarang - Keputusan Tugiman untuk keluar dari PNS, berbuah manis. Kini ia sukses dalam menjalankan bisnis perusahaan oto (PO) Bus Padang Aran, yang berlokasi di Kav 3999 Jl Untung Suropati, Kota Semarang. Padang Aran, diambil dari seorang nama Waliyullah, pendiri Kota Semarang, yang makamnya ada di Bayat, Klaten, Jawa Tengah.
Usaha Tugiman diawali pada 2003, dan membeli dua unit bus Padang Aran yang melayani trayek kecil-kecil dalam kota, yakni Terboyo-Cangkiran, Bukit Kencana-Penggaron. Kemudian dua bus tadi beranak pinak dan jadi banyak. Tapi, akhirnya bus trayek dalam kota itu dijual semua pada 2009.
“Insting saya ngomong, ke depan orang naik bus itu sorry sorry. Memilih naik motor,“ ujarnya, di Channel Youtube Semarang Pemkot.
Baca juga: Cerita Sukses Faiz Yazid Aulady Rintis Usaha Daging AsapAkhirnya, ia pun menjual semua armadanya dan mengganti dengan bus pariwisata 1 unit. Meski, saat itu ada salah satu krunya yang pesimistis, jika menggunakan bus AC, khawatir tidak ada yang menyewa. Namun, dirinya tetap optimistis, karena jika ingin menjalankan usaha itu, harus punya bus dulu.
“Saya coba satu, jalan. Wis pokoke kalau orang jualan itu, harus punya dulu. Baru menghitung. Jangan menghitung dulu. Belum apa-apa kok dihitung untung rugi. Lakukan dulu,” ucapnya.
Tidak kalah penting, selain ikhtiar, juga spritualitas seorang pengusaha itu harus ditingkatkan. Seorang pengusaha harus yakin, bahwa Allah SWT dan malaikat itu, sedang bersamanya. Karena itu yang menjadi penguat, dalam kondisi dan keadaan apapun.
“Ada unsur keilahian harus dipakai, iman harus dipakai. Orang bodo, orang pintar kita pakai keimanan. Kita gunanya apa, kalau punya agama ingah-ingih. Ada Allah dan malaikat. Kita punya Allah yang menjaga. Kalau kita jadi pengusaha, ya ulet,” tegasnya.
![Keluar dari PNS, Muslim Ini Sukses Jalankan Bisnis PO Bus]()
Saat ini, di pool bus Padang Aran di Jalan Untung Suropati Semarang, terdapat beberapa bus yang melayani pariwisata, baik itu ke destinasi-destinasi wisata di bebeapa provinsi di Indonesia, dan juga wisata religi di Jawa Tengah, maupun daerah lain.
Ia memutuskan keluar dari zona nyaman, sebagai PNS guru, karena ingin mencari keberkahan dalam hidup. Karena jika sudah nyaman mendapatkan gaji tetap setiap bulan dan itu pasti, dia berpikir kenapa masih berdoa kepada Allah SWT untuk minta rezeki. Menjadi PNS sekaligus menjalankan usaha, baginya tidak fair.
“Kalau saya jelaskan, jangan tersinggung. Kalau saya pegawai negeri, dengan usaha itu namanya munafik. Sudah digaji negara, juga dapat dari luar,” ceritanya.
Baca juga: Rajin Bersedekah, Usaha Batu Marmer Tulungagung Ini Berkembang PesatSaat itu sebagai guru PNS, Tugiman, yang tinggal di Kota Semarang ini sudah mendapatkan gaji tetap Rp10 juta. Namun, dia ingin mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi, tanpa harus diperintah oleh seorang atasan lagi.
“Masak tidak ingin punya Alphard. Artnya, Kalau mau penghasilan tanpa batas itu, memang usaha sendiri. Akhirnya saya harus punya dobel nyali. Itulah kehidupan, Semua memilih, PNS boleh. Pengusaha boleh, pemulung boleh. Sing penting istiqomah. Bebas kok hidup ini. Akhirnya saya memilih bus padang Aran. Aneh to?,” tanya dia.
Saat ini Tugiman memiliki 10 unit bus. Ada big bus, bus sedang, SHD, HDD dan Hiace. Omzet yang diterima Tugiman usaha nya bisa mencapai 450 juta/bulan.
Dia selalu memegang prinsip, manusia akan selalu mencari harta, mencari kekayaan, kebahagaian. tapi manusia ini terbatas pada kehidupan dan kematian. Hidup itu tentu saja banyak masalah dan banyak risiko. Tapi ia memilih masuk zona yang keras.
“Ada ngeri-ngeri dikitlah. Lha saya masuk dunia penuh tantangan. Penuh risiko sebenarnya. Tapi kan tambah ilmu. Dulu saya punya bimbel 10. Ngurusi orang-orang bodo, saya senanglah. Biasanya punya nyali. Kalau orang pintar, biasanya takut-takut. Saya capek kalau saya hidup kerja terus, diperintah orang,” ujarnya lagi.
(zul)