LANGIT7.ID, Semarang - Faiz Yazid Aulady (26), warga Semarang, Jawa Tengah, sukses berbisnis resto daging asap. Usaha yang dirintisnya sejak 2017 ini sempat mengalami pasang surut. Sebelumnya, Belly Wise, nama usahanya tersebut menyewa tempat di Jalan Sriwijaya Semarang. Setelah kontraknnya habis, tidak diperpanjang lagi.
Setelah mencari ke beberapa lokasi, akhirnya jebolan Ilmu Komunikasi di Universitas Dian Nuswantoro ini menemukan lokasi, rumah di Jl Wonodri Krajan 3 no 45 Semarang Selatan, Kota Semarang. Meski masuk di gang dengan jalan yang tidak terlalu lebar, namun ia cocok dengan lokasi tersebut.
“Konsep rumah dan kuno, ini unik. Kenapa milih di sini, lalu lintas mobil dan motor jarang. Kawasan perumahan, tidak terlalu ngeri. Dengan kontrak yang masuk akal, kita gas,” cerita Faiz di Channel Youtube Semarang Pemkot.
![Cerita Sukses Faiz Yazid Aulady Rintis Usaha Daging Asap]()
Dia mengaku tidak memiliki kecocokan untuk mencari pekerjaan, akan tetapi ingin menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha. Meski tidak memiliki kemampuan mengenai seluk beluk kuliner, ia pun tetap nekat menjalankan usaha, untuk mencukupi kebutuan hidup.
“Modal, teman dan nekat. Teman buat sharing, nekat buat utang, hahaha. Terpikir (rugi) iya, kalau tidak jalan, mau makan apa?. Saya nothing to lose aja, jangan takut tidak bakal jalan. Jalan dulu, yakini dan konsisten.,” ujarnya.
Baca juga: Rajin Bersedekah, Usaha Batu Marmer Tulungagung Ini Berkembang PesatDi awal merintis usaha, Faiz diback up oleh salah seorang rekannya, yang juga seorang juru masak. Dengan dukungan ahli masak ini, usahanya bisa jalan. Akan tetapi, lama-lama kesulitan membayar gaji juru masak tersebut dan akhirnya menyerah, yang kemudian terpaksa tidak menggunakan jasa juru masak lagi.
Akan tetapi, dia tidak angkat tangan. Sedikit demi sedikit dicoba, cara membuat daging asap yang enak di lidah. Latihan otodidak ini pun sering mengalami kesalahan. Ia pun kemudian mendatangkan orang, yang bukan ahli masak, namun mau belajar.
“Memang butuh waktu yang lama, 2 bulan sampai 3 bulan. Bikin 1 atau 2 menu, bisa sampai 1 sampai 2 minggu. Butuh riset, karena memang tidak tahu sama sekali. Aku pribadi lebih suka yag nonbasic, mix and maxnya, bumbunya, tidak tida tahu sama sekai. Aku senang yang pengen sama-sama belajar. Kalau profesional, agak susah kontrolnya,” tuturnya.
Bagi Faiz, yang utama sebenarnya bukan makanannya, tapi pelayanan dan harus entertainer. Itu adalah yang nomor satu dan selalu disampaikan kepada para karyawannya. Sebab jika makanan enak, akan tetapi manajemen cacat, itu sama saja. Karena orang bosan, menunggu makanan enak pun akan marah.
“Aku kasih tahu pegawai, pokoknya jaga hati si customer. Jangan terlalu kaku banget, friendly. Mulai tidak kenal, sampai kenal, di luar saling sapa itu lebih enak,” ucapnya.
Bahkan, saking dekatnya karyawannya, ada seorang anak customernya yang dititipkan di tempat usahanya. Ini bermula ketika sang anak, ketika diajak makan bersama keluarga, bercengkrama akrab dengan salah satu karyawan saat bermain game di handphone.
“Si pegawaiku main hp, ngegame bareng. Senang mereka,” katanya.
![Cerita Sukses Faiz Yazid Aulady Rintis Usaha Daging Asap]()
Berbeda ketika di Jalan Sriwijaya, di Jalan Wondori Krajan III ini bisnis daging asap Faiz sangat berkembang. Bahkan, ia memiliki pegawai 20 orang, dengan menyediakan 55 menu. Ada single platter, double platter, aneka burger, share platter dan masih banyak yang lainya. Selain daging sapi, juga ada ayam asap. Di sini juga menyediakan menu jumbo, yang bisa dinikmati 4-6 orang seporsinya.
Soal pasar, Belly Wise tidak hanya membidik kelas menengah ke atas. Melainkan juga dari yang low, middle dan high class. Artinya, harga menu makanannya terjangkau untuk semua lapisan masyarakat.
Baca juga: Muslim Ini Angkat Kesejahteraan Warga Desanya Lewat Sangkar BurungTempat ini menjadi spot nongkrong yang asyik, khususnya bagi milenial, maupun yang datang dengan membawa keluarga besar. Sensasinya tidak seperti sedang berada di restoran, tapi seperti di rumah sendiri.
Melihat bisnisnya yang maju, beberapa calon wirausaha sudah menghubungi Faiz, untuk menjajaki kerjasama. Ada yang dari Lampung dan Surabaya, yang berminat untuk menjalin kesepakatan franchise. Ia tidak menutup kemungkinan bekerjasama dengan pihak luar.
“Franchise, lihat-lihat orangnya juga, ngobrol dulu, kan lebih asyik,” kata dia.
Faiz banyak mempekerjakan seniman, salah satunya dari pemusik. Memimpin sebuah usaha, dengan pegawai yang usianya setara atau bahkan lebih tua memang susah-susah gampang. Tapi yang terpenting,, bagaimana pintar-pintar memahami karakter orang.
“Kapan harus ngerem, kapan gas. Kapan ngikuti permainan, kapan harus mencipatakan permainan, buat pegawai-pegawai. Tak senyaman saja. kuncinya itu, “ katanya.
Selama Pandemi Covid-19, Belly Wise mengikuti ketentuan dari pemerintah, terkait dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, mewajibkan pengunjung mencuci tangan dengan hand sanitizer, menjaga jarak, dan melakukan penyemprotan.
(zul)