LANGIT7.ID-, Jakarta- - Indonesia dikenal sebagai negara dengan keragaman budaya dan tradisi serta kekayaan alam yang melimpah. Sebagai negara tropis, negeri ini sangat kaya akan rempah-rempah dan umbi-umbian yang mudah tumbuh subur sekalipun tanpa dipupuk.
Jenama produk sehat lokal Ladang Lima melihat potensi ini dengan menghadirkan makanan sehat berbahan singkong.
Berawal dari Annisa Pratiwi dan suami yang melihat peluang dari kebon singkong milik keluarga, usaha ini mulai dirintis pada 2013 lalu.
Berbeda dengan olahan singkong biasanya, Ladang Lima mengubah ketela menjadi tepung sebagai bahan dasar aneka jenis makanan.
“Setelah riset selama setahun, akhirnya kami menemukan bahwa hasil olahan singkong dapat dimanfaatkan menjadi tepung terigu berbahan dasar singkong yang ternyata gluten free dan sehat untuk dikonsumsi," kata Annisa yang menjabat sebagai CMO di Ladang Lima.
Baca juga:
Selain Semangka, Buah-Buahan Ini Jadi Simbol Perlawanan Rakyat PalestinaAnnisa mengatakan, memanfaatkan singkong menjadi tepung sejalan dengan mimpinya untuk bisa mendukung ketahanan pangan melalui hasil kekayaan alam dari petani Indonesia.
Terlebih, kesadaran masyarakat akan produk sehat mulai meningkat. Kondisi ini mendorong Ladang Lima untuk menawarkan alternatif bagi konsumen yang membutuhkan diet gluten free.
"Kami ingin menunjukkan bahwa bahan baku lokal bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan diet gluten free dan sama kualitasnya seperti produk impor," sambungnya.
Respons positif dari masyarakat membawa Ladang Lima bisa terus berkembang dengan memperbanyak varian produk.
"Berawal dari satu varian produk berupa Tepung Singkong (Mocaf), kini kami sudah bisa mengembangkan inovasi produk sehat lainnya, mulai dari cookies gluten free, mie gluten free, pasta singkong, dan aneka tepung premiks lainnya.” jelas Annisa di acara Media Gathering Shopee, Merajut Kekayaan Budaya Melalui Karya, Kamis (2/11/2023).
Bahan baku singkong Ladang Lima didapatkan dari petani lokal di Pasuruan daerah Malang yang juga penghasil singkong terbesar di Indonesia.
Kebun ini berada di bawah kaki gunung Bromo yang dekat dengan pabrik pembuatan produk Ladang Lima, sehingga olahan yang dihasilkan selalu menggunakan singkong yang segar.
Demi menjaga kualitas tepung, Ladang Lima hanya memproses singkong segar yang baru dipanen. Pemilihan kualitas singkong ini juga untuk menghasilkan warna tepung yang putih alami tanpa proses pemutihan.
Selain itu, dalam proses produksi, Ladang Lima juga memberdayakan perempuan di wilayah sekitar kebun. Saat ini pekerja pabrik dan kebun Ladang Lima 70 persennya adalah wanita.
Artinya semua pembuatan produk Ladang Lima dikerjakan oleh tangan-tangan perempuan lokal.
Perjalanan panjang yang dilalui Annisa bersama Ladang Lima hingga memasuki tahun ke-10 ini tentu tidak selalu berjalan selalu lancar.
Namun kegigihan dan strategi yang terus dilakukan membawa hasil yang luar biasa bagi peningkatan bisnis Ladang Lima.
“Kami memulai bisnis ini dengan kondisi dimana masyarakat sudah terbiasa menggunakan jenis tepung yang ada di pasaran, dan awareness masyarakat akan makanan sehat juga belum setinggi saat ini," kata Annisa.
Salah satu strategi yang dilakukan Annisa untuk mengenalkan Ladang Lima pada masyarakat dengan bergabung di e-commerce, Shopee.
Dari sini, Ladang Lima bisa menjual dan memperkenalkan produk-produk ke jangkauan pengguna yang lebih luas, bahkan hingga ke area pelosok.
(ori)