LANGIT7.ID, Jakarta - Penerapan sistem
ekonomi syariah diyakini menjadi solusi saat
resesi 2023. Hal ini bisa menjadi pedoman bagi kaum muslim yang berprofesi sebagai pebisnis.
Pakar finansial dan praktisi ekonomi syariah, Adiwarman Azwar Karim memberikan beberapa tips agar sukses
berbisnis dengan ekonomi syariah.
Pesan ini dibagikannya di channel YouTube
SuccessBefore30. Menurut dia, sejumlah tips ini seharusnya mudah dilakukan tapi luput dari perhatian.
Berikut 5 tips yang dibagikan Adiwarman Karim:
Baca Juga: Jangan Khawatir Ancaman Resesi, Ini Saran Pakar Ekonomi Islam1. YakinAdiwarman menjelaskan, yakin di sini merupakan keyakinan seutuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Ia menyebutkan, termasuk urusan rezeki masing-masing orang sudah diatur oleh Allah SWT.
Setelah keyakinan ini sudah disematkan di dalam hati, maka wajib bagi pelakunya juga untuk melakukan kegiatannya dengan semaksimal mungkin.
"Lakukan sebaik mungkin kemampuan yang bisa kita lakukan, setelah itu serahkan semuanya kepada Allah. Jadi kita harus undang dan libatkan Tuhan dalam setiap urusan kegiatan kita," kata dia dikuktip
Langit7, Senin (2/1/2023).
Hal ini juga dilakukan Erlan Radiansyah pemilik dari Bread John Pizza yang telah mengamalkan tips untuk yakin dan menyerahkan setiap urusan kepada Allah.
Menurutnya, berbisnis tidak semata-mata melakukan hubungan jual-beli antar manusia, melainkan juga perlunya melakukan bisnis dengan Tuhan.
2. CerdasKecerdasan merupakan hal wajib yang perlu dimiliki oleh setiap orang. Selain itu, cerdas juga menjadi modal awal untuk melakukan usaha dan berbisnis sesuai dengan syariah.
Keyakinan tidak lengkap jika seseorang juga tidak memiliki kemampuan dan pemahaman cukup terhadap apa yang mereka kerjakan.
“Urusan percaya mah percaya, yakin mah yakin, iman ya iman. Tapi kita harus juga cerdas, kalau tidak cerdas hidup kita susah aja dah,” tutur Adiwarman.
Menurutnya, seseorang yang tidak menguasai bidang yang dilakoninya akan menimbulkan kesusahan sendiri. Sehingga, bekal ilmu juga menjadi penting dalam kegiatan ekonomi syariah.
3. JujurJujur memiliki makna yang luas dalam hal ini. Sebab, kejujuran erat kaitannya dengan rasa kepercayaan yang tidak hanya dibutuhkan oleh diri sendiri, tapi juga orang lain.
Dalam berbisnis, tentu ada keterlibatan antara seseorang dengan orang lainnya. Dalam jual-beli, hubungan ini terjadi tidak hanya antara penjual dan pembeli saja.
Lebih luas, ada keterlibatan antara penjual dengan investor, distributor. Bahkan pembeli dengan calon pembeli lainnya.
“Jujur itu diperlukan untuk menimbulkan rasa kepercayaan terhadap hubungan dengan orang lain. Kalau kita tidak jujur, orang juga pasti tidak suka,” ucapnya.
4. Bukan Cuma UtungRasulullah SAW bersabda khoirunnas anfauhum linnas, yang jika diterjemahkan berarti manusia paling baik adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.
“Ngapain kaya sendirian ga enak. Ngapain pinter sendirian ga enak. Ngapain masuk surga sendirian, ga enak. Yang enak ajak rame-rame orang biar kaya, biar rame orang buat pinter, dan ajak orang rame-rame buat masuk surga,” ujarnya.
Adiwarman mengatakan, yang terpenting pada poin ini adalah dengan membantu mereka yang membutuhkan. Semuanya bisa dilakukan dengan cara memperbanyak sedekah, infak dan membantu sesama.
Bagi mereka yang kesulitan membantu dengan uang, lanjut Adiwarman, bisa dilakukan dengan membantu orang lain dengan tenaganya.
5. BersyukurMenurut Adiwarman, kesuksesan dalam syariah tidak semata-mata hanya berupa kepintaran dan kehebatan dalam sebuah bidang.
Kesuksesan bisa diraih salah satunya dari orang lain yang memiliki peran membantu disaat dalam masa sulit atau pun senang.
“ManLam Yaskurinnas lam yaskurillah, ini berarti siapa-siapa yang tidak dapat berterima kasih kepada manusia, maka pada hakikatnya dia tidak bersyukur kepada Allah,” jelasnya.
Pria berambut dan berjenggot putih ini menjelaskan, bahwasannya umat tidak bisa disamakan dengan nabi dan rasul. Di mana suatu keadaan masalah, pertolongan tidak langsung didapatkan tiba-tiba dari Allah.
"Kita orang biasa, cara Allah menolong kita dengan menggerakkan hamba-hambanya yang lain, juga makhluk-makhluknya untuk menolong kita,” jelasnya.
(bal)