Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home global news detail berita

Cara Ideal Menyantuni Anak Yatim Akibat Covid-19

Muhajirin Senin, 23 Agustus 2021 - 17:34 WIB
Cara Ideal Menyantuni Anak Yatim Akibat Covid-19
Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri)menyalurkan bantuan untuk anak yatim di Kampung Sindangsari, Serang, Banten. (foto: antara)
LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Sosial RI mencatat terdapat 11.000 anak yatim akibat pandemi Covid-19. Cara menyantuni anak yatim akibat corona ini tentu berbeda dengan anak-anak yatim pada era normal.

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU, Nyai Hj Badriyah Fayumi, mengatakan, menyantuni anak yatim paling ideal adalah dengan cara mendampingi dan melindungi kehidupan mereka.

Dia menukil salah satu sabda Rasulullah SAW bahwa orang yang menanggung dan menjamin kehidupan anak yatim, kelak di surga akan berdampingan dengan Rasulullah seperti dua jemari yakni jari telunjuk dan jari manis. Ini menandakan orang yang mengasuh anak yatim mendapat jaminan surga.

“Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkannya sedikit.” (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).

“Nabi memberika jaminan surga kepada orang yang mengurus anak yatim, jaminan surge. Ana wakafilul yatimi hakadza, dengan menunjukkan dua jarinya. Itu saking dekatnya (dengan nabi),” kata Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina Kota Bekasi itu, dikutip laman resmi NU, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Program Kita Jaga Kyai, 3.000 Santri di Yogyakarta Divaksin

Nyai Hj Badriyah juga mengutip hadis nabi yang menyebut rumah terbaik adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim. Ini karena Allah Ta’ala menegaskan dalam surah Al-An’am ayat 152 agar seseorang tidak mendekati atau mencampuri anak yatim.

“Sebaik-baik rumah di kalangan kaum Muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jelek rumah di kalangan kaum Muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan buruk.” (HR. Ibnu Majah).

Nyai Hj Badriyah menerangkan, perlindungan yang diajarkan dalam Islam adalah perlindungan material, kasih sayang, perlindungan subtansial dan perlindungan spiritual bagi anak-anak yatim. Jadi, tidak sekadar memberikan santunan materi saja, namun ada tanggung jawab lebih yang lebih besar.

Makna kafil (menanggung) adalah memberikan perlindungan kepada jiwa raga anak yatim dengan cara memuliakan dan menghormati kedudukan mereka, mencegah tindakan sewenang-wenang atau menzalimi, menghardik, dan memberi perlakuan buruk.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyantuni anak yatim, tidak sekadar memberi amplop saja. Seseorang bisa menjadi pengasuh anak yatim dalam keluarga, menjadi donator, menjadi pengajar (sukarelawan), dan mendirikan panti asuhan atau lembaga yang bisa menjamin masa depan mereka.

“Nah, kalau anak itu ditinggal wafat ayahnya, berarti yang menjadi kagil itu, ibunya atau siapapun yang kemudian menjadi kehidupannya, menjamin pendidikannya, kasih sayangnya, kesehatannya, serta pengembangan bakatnya. Sehingga anak yatim yang kehilangan orang tua ini mendapatkan kasih sayang dan jaminan masa depan, maka bahasanya adalah wa kafilul yatim, bukan orang yang memberi amplop pada anak yatim,” ucap dia.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan