LANGIT7.ID, JAKARTA - Menteri BUMN, Erick Thohir akan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di Denpasar, Bali. Pengobatan tradisional Bali dengan menggunakan tanaman herbal ini sebagai upaya melestarikan warisan leluhur.
"Di KEK Sanur kita coba manuskrip pengobatan tradisional Bali yang menggunakan tanaman herbal Bali, bekerja samadengan BRIN dan tokoh-tokoh kesehatan Bali," kata Erick dalam keterangannya dikutip Selasa (17/1/2023).
Menurut Erick, pihaknya tidak ingin membangun proyek di Bali tanpa mempertimbangkan budaya dan spiritual. Sehingga setelah berkomunikasi dengan tokoh lokal, dirinya memutuskan untuk mengembangkan kebun raya ekomedis berbasis lontar usada.
"Kebun raya tersebut ditarget rampung bersamaan dengan pembangunan hotel pada Agustus 2023," ujar Erick.
Terkait keperluan penggunaan obat tradisional, Erick juga menyatakan pihaknya ingin mengembangkan obat-obatan berbasis budaya Indonesia, seperti yang ada di China dan India.
Baca Juga: Jokowi Minta Kementerian Merespons Cepat Perubahan Dunia"Pertumbuhan daripada kesehatan tentu harus berdasarkan dari obat-obatan kita, karena 90 persen obat ini bahan bakunya masih impor. Siapa tahu kita bisa menekan kebutuhan impor bahan baku sampai 20 persen," ujar Erick.
Lebih lanjut, Erick menuturkan saat ini kemampuan dalam menekan bahan baku obat dari luar negeri masih di angka 70 persen. Dengan demikian, melalui pembangunan rumah sakit internasional di KEK Sanur diharapkan muncul investasi baru.
"Agar Bali tidak hanya membuka lokasi pariwisata baru melainkan mengembangkan kawasan yang sudah ada," tambahnya.
Erick menyebut sebanyak dua juta masyarakat Indonesia memilih luar negeri sebagai tempat berobat, di mana sebanyak Rp97,5 triliun keluar untuk itu.
"Karena itu kita berdiskusi apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kompetensi kembali dibandingkan negara-negara tetangga seperti Thailand dan lain-lain tanpa membuat kawasan baru. Nah inilah mengapa kita buat terobosan di sini, dengan tempat seluas 41,26 hektare," tuturnya.
(zhd)