Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 29 Juni 2026
home global news detail berita

Fenomena Tanah Arab Subur dan Hijau, Benarkah Tanda Kiamat?

mahmuda attar hussein Rabu, 18 Januari 2023 - 07:00 WIB
Fenomena Tanah Arab Subur dan Hijau, Benarkah Tanda Kiamat?
Fenomena Tanah Arab Subur dan Hijau. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Fenomena tanah di Arab Saudi yang hijau dan subur kerap dikaitkan dengan tanda-tanda kiamat. Acuannya dalam hadis Nabi SAW diriwiyatkan Imam Muslim.

Rasulullah SAW bersabda, "Hari kiamat tidak berlaku hingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai." (HR Muslim).

Lantas benarkah demikian? Apakah itu sebuah pertanda bahwa peradaban umat manusia sudah diambang kemusnahan?

Menanggapi hal itu, Staf Sekretariat Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Amiruddin mengungkapkan, fenemona menghijaunya pegunungan di Arab Saudi perlu dilihat sebagai fenomena alam karena kuasa Allah SWT.

Dengan kebesaran-Nya, Allah Ta'ala mampu mengubah tanah gersang yang kering menjadi tanah subur nan lembab. Bahkan, Dia juga memiliki kekuatan untuk melawan hukum alam dan determinasi kausalitas sekalipun.

Baca Juga: Disebut Tanda Kiamat, Ini Penyebab Makkah Menghijau Menurut Ilmiah

"Ini sebenarnya fenomena alam yang dapat terjadi karena kuasa Allah. Jika orang-orang menghubungkannya dengan hadis tentang kiamat, mengapa mereka tidak terlebih dahulu menghubungkannya dengan kebesaran Allah?" kata Amiruddin seperti dilansir Muhammadiyah, Selasa (17/1/2023).

Amir, sapaan akrabnya juga mengatakan, fenomena menghijaunya bumi Arab Saudi itu perlu dilihat dari kacamata burhani (secara nyata).

Pasalnya, secara ilmiah ada kemungkinan bahwa bumi Arab menghijau karena curah hujan yang tinggi dengan durasi yang panjang.

Sehingga menjadi penyebab utama tumbuhnya vegetasi. Artinya tak perlu terlalu cepat menyimpulkan hal tersebut sebagai tanda-tanda kiamat.

"Karena cepat atau lambat, kiamat pasti akan terjadi," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Divisi Fatwa, Muchammad Ichsan menyebutkan bahwa manusia tidak akan mampu memprediksi kedatangan kiamat menggunakan kacamata sains.

Adapun hal penting yang bisa dilakukan saat ini adalah fokus mengerjakan amal salih, sehingga tidak perlu menerka-nerka waktu akan terjadinya kiamat.

"Manusia bisa saja menghitung-hitung. Tetapi terjadinya kiamat adalah hak prerogatif Allah. Karena kiamat akan datang secara tiba-tiba," katanya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 29 Juni 2026
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
12:00
Ashar
15:21
Maghrib
17:52
Isya
19:07
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan