LANGIT7.ID, Jakarta - Hugo Samir Putra menyita perhatian saat
Timnas Indonesia U-20 melakoni debut kontra Timnas Fiji dan Selandia Baru. Selain lihai memainkan si bola bundar, dia juga merupakan hafiz Qur’an.
Fakta menarik itu sempat disampaikan sang ayah Jacksen F. Tiago, mantan pelatih Persipura Jayapura, melalui akun instagramnya. Dia mengunggah sosok Hugo yang merupakan seorang penghafal Al Qur’an pada 2020 lalu.
“Hafiz Quran. Atlet sepakbola. Calon penerima Ballon d'Or,” kata Jakcsen.
Baca Juga: Baku Hantam Saat Tanding, FA Fiji Minta Maaf ke Timnas Indonesia U-20Hugo dua kali bermain sebagai pemain pengganti saat Timnas Indonesia menang 4-0 atas Fiji dan takluk 1-2 dari Selandia Baru. Sejauh ini, dia juga sudah menyumbang satu
assist untuk membantu Garuda Nusantara atas Fiji.
Dua kali masuk sebagai pemain pengganti, Hugo memberikan impresi yang positif. Hal ini berkat
skill dan kegigihan saat diberikan kesempatan bermain oleh pelatih. Dia bisa dibilang sebagai pemain muka baru yang menunjukkan talenta menjanjikan.
Selain jago sepakbola dan penghafal Al-Qur’an, pemain Persis Solo Youth itu juga pandai melantunkan azan. Dia bahkan pernah menjuarai lomba azan. Itu diketahui dari unggahan Instagram-nya @hugosamir28.
Baca Juga: Resmi Jadi WNI, Shayne Pattynama: Ayah Saya Pasti BanggaPria kelahiran Surabaya, 25 Januari 2005 itu pernah mengunggah momen saat menempati peringkat tiga dalam sebuah lomba azan. “Detik-detik juara tiga azan,” tulis pemain berposisi sebagai
winger kanan tersebut.
Selain cerita manis, Hugo juga mengalami momen pahit dalam menjalani karir sebagai pesepakbola profesional. Saat berusia 16 tahun, dia pernah dijatuhi sanksi larangan bermain selama satu tahun pada 2021.
Sanksi itu dikeluarkan Komisi Disiplin PSSI karena Hugo yang memperkuat Bhayangkara FC U-18 melakukan protes dan menendang wasit dalam pertandingan melawan Persebaya U-18.
(jqf)