Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home home & garden detail berita

7 Pertimbangan untuk Mendesain Rumah Islami

arp Sabtu, 16 April 2022 - 01:35 WIB
7 Pertimbangan untuk Mendesain Rumah Islami
Interior bergaya maroko dengan sofa rendah plus motif geometri tradisi Islami sebagai aksen. Foto: Home Synchronization
LANGIT7.ID - Sederhana dan rendah hati adalah spirit dalam Islam, tapi itu tak berarti rumah-rumah milik umat harus terlihat hambar dan suram. Rumah adalah refleksi penghuninya dan setiap muslim tentu menginginkan tempat tinggal yang bersih, indah, dan hangat.

Seorang desainer interior Arab-Amerika yang tinggal di berkecimpung pada seni kaligrafi, Lama, membagikan tips seperti dilansir Home Synchronize.

1. Pertama-tama ia mengingatkan soal pertimbangan mendesain Islami yang sebisa mungkin mengacu pada perbedaan antara tampil indah percaya diri dan arogan. Maksudnya?

Percaya diri itu yakin dan tampil sebaik mungkin, sementara arogan itu menunjuk diri seraya mengumumkan ke khalayak ini yang terbaik. Prinsip ini semestinya dipegang agar desain tak melenceng menjadi bermegah-megah dan pamer kekayaan

2 Patung, lukisan dengan obyek figuratif manusia atau hewan sebaiknya lewati saja. Pilih lukisan pemandangan alam, tema abstrak atau kaligrafi untuk menghias ruangan.

Tak ada bujet? Jangan ragu membuat sendiri. Beli kanvas, cat minyak atau akrilik yang terjangkau, cari referensi gambar, torehkan karya! Lagi pula banyak laman di internet yang menawarkan ide-ide gratis kaligrafi selama hasil karya untuk pribadi, bukan komersil.

3. Hijau menjadi warna mayoritas. Tak mengherankan sebab Alquran menyebut warna ini beberapa kali, salah satunya di Surah Al Insan (76: 21). Ada pula pilihan lain yakni cokelat dah hitam karena cenderung netral dan dekat dengan alam. Tapi soal warna tak ada aturan mengikat, selera apa pun sah, selama ia tak mencolok di lingkungan sekitar karena unsur riya.

4. Privasi adalah yang paling utama dalam rumah keluarga muslim, terutama untuk melindungi dan memuliakan wanita. Jendela lebar tetap perlu untuk sirkulasi udara, tapi jangan lupakan tabir yang menghalangi pandangan dari luar yang tetap memungkinkan cahaya matahari masuk. Desain tirai transparan bermotif geometri akan menambah atmosfer Islami di interior.

7 Pertimbangan untuk Mendesain Rumah Islami

5. Ruang ibadah. Umat muslim sholat lima kali sehari menghadap kiblat. Meski lelaki diutamakan shalat di masjid, dan kamar adalah tempat shalat terbaik bagi wanita, tak ada salahnya menyiapkan tempat sholat khusus.

Mushalla kecil, terutama bagi anak, bisa menumbuhkan kedekatan dengan aktivitas sholat dan ibadah lain seperti tilawah yang membutuhkan ketenangan. Ruang khusus ini juga memudahkan bagi kerabat atau teman yang bertamu dan memungkinkan keluarga berjamaah bila ada uzur untuk ke masjid, seperti hujan deras.

6. Duduk di bawah adalah bagian dari tradisi umat muslim mengacu pada kebiasaan Rasulullah Muhammad SAW. Untuk satu ini tempat duduk bisa didesain rendah, sesederhana meletakkan sejumlah matras sofa langsung di atas lantai. Bisa juga membuat alas atau dipan sofa rendah yang diberi pelapis busa sederhana.

7. Tentu saja, tidak ada alas kaki dalam rumah. Sepatu dan sandal dari luar bukan untuk beraktivitas di ruangan, kecuali alas kaki khusus dipakai di dalam rumah bukan untuk keluar. Ini terkait tradisi kebersihan dan kesucian.

Tak ingin sepatu terlihat berantakan? Desain tempat yang bisa membedakan alas kaki tamu dan pemilik rumah. Mungkin sedikit gerak untuk menata sepatu bila ditaruh sembarangan, tapi tidak repot amat kok.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)