LANGIT7.ID, Jakarta - Industri fesyen masuk dalam 17 subsektor ekonomi kreatif Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang pesat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, fesyen muslim memiliki daya saing tinggi untuk menjadi pusat atau tujuan konsumen muslim di dalam dan luar negeri.
"Untuk itu, saya sangat mengapresiasi program HijUp Growth Fund. Program ini sejalan dengan komitmen kami di Kemenparekraf untuk terus memberdayakan para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM khususnya untuk modest fashion," kata Sandiaga dalam sambutannya saat konferensi pers 'HijUp Growth Fund' secara daring, Rabu (25/8).
Sandiaga mengaku jika pihaknya memiliki program serupa bernama Modest Fashion Founders Fund (ModestFFFund). Ini merupakan program akselerasi kapital dan capacity building bagi founder brand modest fashion yang siap go global.
"Saya melihat ada peluang kolaborasi untuk peningkatan kualitas dan akses pasar bagi produk-produk lokal. Semoga tahun depan kita bisa merangkul HijUp Growth Fund sebagai salah satu kolaborator kita untuk Modest Fashion Founders Fund," ujarnya.
Baca juga:
Produk Fashion Muslim Bakal Dihadirkan di 5 Destinasi Super PrioritasTak hanya ModestFFFund, Kemenparekraf juga memiliki program digital entrepreneurship atau yang disebut dengan Baparekraf Digital Enterpreneurship (BDE), yaitu sebuah program yang memberikan pendampingan bagi pelaku subsektor fesyen dan mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital dalam proses bisnisnya.
"Kemudian ada program Beli Kreatif Lokal dan Beli Kreatif Danau Toba, yang ternyata mendorong para pelaku industri fesyen di Danau Toba secara luar biasa. Dan kita juga memfasilitasi pelaku parekraf untuk on boarding, sehingga target mendigitalisasi 30 juta pelaku UMKM sampai dengan tahun 2023 dapat terwujud," lanjut Sandi.
Sementara itu, CEO HijUp Diajeng Lestari, mengatakan di tengah kondisi yang sulit ini ternyata fesyen muslim dapat terus tumbuh dan berkembang. Hal ini tentunya didukung dengan berbagai inovasi yang dilakukan, salah satunya dengan meluncurkan ‘HijUp Growth Fund’ atau program pendanaan untuk pelaku industri fesyen muslim di Indonesia.
"Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan produk fesyen muslim terbaik di Indonesia. Bagaimana caranya produk fesyen muslim Indonesia ini bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri, dan bahkan sampai ke luar negeri. Semoga industri fesyen muslim Indonesia bisa terus maju dan tumbuh," kata Diajeng.
Sebagai informasi, HijUp merupakan pionir e-commerce fesyen muslim pertama di dunia yang didirikan pada tahun 2011 oleh Diajeng Lestari. Ajang ini diinisiasi oleh HijUp untuk memeriahkan hari ulang tahunnya ke-10 di tahun ini.
Bantuan yang diberikan dalam program ini berupa program pembiayaan dengan maksimal bantuan dana sebesar Rp100 miliar, dan juga program pendampingan bagi brand lokal untuk memaksimalkan potensinya.
(sof)