LANGIT7.ID - , Jakarta - Taqwa adalah kata yang istimewa di dalam Alquran. Kata ini diulang ulang di berbagai ayat. Ini menunjukkan betapa kata tersebut memiliki sebuah arti yang dalam dan penting bagi umat Islam. Setiap khotib jumat, setiap penceramah di setiap pengajian juga secara mandatori menyampaikan kata taqwa kepada audience.
Bagaimana konsepsi tàqwa dalam perspektif alquran? Prof. DR.H.Nashruddin Baidan (Guru besar ilmu tafsir IAIN Surakarta) menulis buku; Konsepsi Taqwa Perspektif Alquran.
Ini buka lama karena cetakan pertama 2015, namun buku ini sangat relevan dengan suasana bulan ramadhan, dimana seluruh umat Islam yang menjalani puasa sedang bekerja keras untuk bisa mendapatkan predikat taqwa. Karena itu, buku ini kami resensi untuk ditulis secara berseri mulai hari ini karena sangat bermanfaat dan mencerahkan ummat.
Di dalam buku ini mendeskripsikan ada beberapa hal kenapa seseorang itu perlu mencapai predikat taqwa.
Karena Allah bersama orang orang muttaqin. Jika level tersebut bisa dicapai, terasa sekali kebersamaan dengan Allah, dimana pun kita berada.Perasaan semacam inilah yang membuat perjalanan hidup sang muttaqin senantiasa di atas jalur yang benar. Dan ini tertulis di dalam beberapa surat, surat Al-nahl ayat 127-128, surat albaqoroh ayat 194, surat attaubah ayat 36, dan 123.
Selain itu, kenapa perlu mencapai derajat taqwa? Karena taqwa menjadi prasyarat diterimanya amal. Dalam surat almaidah ayat 27 dan attaubah ayat 54 pesan yang disampaikan bahwa kesucian batin menjadi prasyarat pertama dan utama untuk diterimanya suatu amal. Kesucian batin itu akan dapat terwujud bilamana seseorang memiliki sifat taqwa. Dan siapa yang masuk katagori tidak bertaqwa, yakni kafir kepada Allah dan Rasul, dan malas malasan dalam menunaikan shalat, dan merasa terpaksa atau tidak tulus dalam berinfak.
Bersambung...
(adm)