LANGIT7.ID - , Jakarta - Predikat taqwa sedang diperebutkan ummat Islam, seperti dalam buku; Konsepsi Taqwa dalam Perspektif Alquran" karena untuk mendapatkan status kekasih Allah.
Seorang muslim sejati selalu merindukan dekat dengan Allah, ingin selalu bersama-nya dan ingin menjadi kekasih-NYA. Itulah gejolak perasaan ummat Islam yang sedang merindukan dekat dengan Allah. Namun untuk mendapatkan posisi tersebut tidak mudah. Seorang muslim harus bertekad dengan sungguh sungguh, dimana ada sifat dasar seorang muttaqin seperti menepati janji, memiliki kesadaran bertaubat. Inilah jalan untuk bisa mendapatkan pengakuan sebagai kekasih Allah.
Dalam buku Konsepsi Tàqwa dalam Perspektif Alquran ini, ada deskripsi yang sangat menarik dan paripurna, yakni pengejaran predikat taqwa itu karena hal itu menjadi prasyarat utama mendapatkan surga.
Secara eksplisit, ditegaskan Allah bahwa bagi para muttaqin telah dipersiapkan taman taman surgawi yang penuh kenikmatan dan menyenangkan. Taman surgawi itu merupakan balasan yang sangat menyenangkan. Gambaran surgawi dalam beberapa ayat seperti taman taman yang indah dan buah anggur yang manis, dipenuhi mata air yang mengalir bening, gadis gadis remaja yang sebaya, gelas gelas yang penuh minuman, tersedianya susu susu segar yang tidak pernah basi, dan di dalam surga tidak ada perkataan yang sia sia. Sungguh menyenangkan bukan sebuah imbalan bagi umat Islam yang memperoleh predikat taqwa.
Namun ada sebuah pertanyaan menarik di buku ini: Kapan surga itu diberikan Allah? Apakah sejak di dunia fana ini terus berlanjut ke akhirat? atau diberikan saat di akhirat saja? Siapa pun tidak ada yang tahu secara pasti atas pertanyaan tersebut. Namun di buku ini ada sebuah analisa dari ayat ayat alquran dan hadis Nabi Muhammad yang membicarakan perihal tersebut.
Secara teks di alquran maupun hadis yang membicarakan surga, tidak ada satu teks pun yang dengan tegas menyatakan bahwa surga akan diberikan kelak di akhirat, bukan di dunia. Malah yang terjadi sebaliknya, Nabi Muhammad dengan tegas menyatakan surga itu ada di dunia ini, seperti dinyatakan,"Sungguh areal yang terletak diantara mimbar dan rumahku adalah salah satu taman dari taman taman surga. Penegasan Nabi tersebut memberikan gambaran bahwa surga itu tidak hanya di akhirat, melainkan dapat diterima persekotnya di dunia ini. Kondisi inilah yang memotivasi para jamaah haji dan umroh berlomba lomba untuk bisa sholat di areal tersebut (antara mimbar dan rumah Nabi) sehingga tidak jarang banyak jamaah yang terinjak injak di areal surgawi tersebut. Yang pernah mendapatkan kesempatan sholat di areal tersebut tentu merasakan sesuatu perasaan yang lain: nyaman, tenang, damai.
(adm)