LANGIT7.ID-,Jombang - Pelajar SMA dan santri
Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, mendapat pendidikan dan pelatihan keselamatan lalu lintas.
Edukasi ini untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat mengenai keselamatan berkendara. Tak sedikit kecelakaan terjadi karena kelalaian dalam berkendara.
Pembekalan dari PT Jasa Raharja Bersama Korlantas Polri ini sengaja digelar di Jawa Timur karena provinsi ini jumlah kecelakaan lalu lintas tertinggi di Indonesia.
Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Munadi Herlambang (kiri) menyerahkan cinderamata kepada Ustaz Lukman Hakim mewakili Ponpes Tebuireng.Foto/ist “Karena Jawa Timur tercatat menjadi provinsi dengan angka kecelakaan tinggi pada 2022 maka edukasi sejak dini mengenai keselamatan berkendara kepada pelajar menjadi sangat urgent,” ujar Direktur Kelembagaan PT Asuransi Jasa Raharja Munadi Herlambang, Senin (3/4/2023).
Baca juga:
M Nuh Ajak Masyarakat Jadikan Wakaf Gaya HidupMenurutnya, program-program keberlanjutan dengan melakukan kampanye dan sosialisasi tentang aman berkendara (s
afety riding campaign) dengan tujuan santri dari Pondok Pesantren Tebuireng.
Pesantren Tebuireng akan menjadi pelopor keselamatan dan santrinya menjadi role model aman berkendara, yaitu Trimandara (Santri Aman Berkendara).
Trimandara menjadi bentuk dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Empat (TPB 4) yaitu Pendidikan Berkualitas. Dalam program ini santri akan dibekali edukasi tertib berlalu lintas.
“Trimandara adalah pahlawan keselamatan berlalu lintas. Jadi pahlawan ini tidak hanya di dalam hal satu kegiatan tapi ada juga kegiatan keselamatan darat, laut, sarana pendidikan, sarana umum, dan sarana ibadah. Ini semua kita kemas dalam rangka meminimalisir angka kecelakaan,” tambahnya.
Selain Jawa Timur kegiatan Trimandra juga akan dilaksakan di sejumlah pondok pesantren yang ada di Jawa Barat dan Jabotabek.
Data Statistik
Data menunjukkan angka kecelakaan sepanjang 2022 ini, yaitu 6.707 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 452 orang, luka berat 972, luka ringan 6.704 orang. Kerugian material sekitar Rp13 miliar.
Sedangkan provinsi dengan jumlah kecelakaan lalu lintas tertinggi di Indonesia antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan sekitarnya (wilayah hukum Polda Metro Jaya), DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Aceh, Bali, serta Sumatra Barat.
(ori)