Life Begins at 40. Ungkapan familiar ini sering terdengar saat seseorang masuk usia 40 tahun. Istilah ini menggambarkan kesuksesan seseorang dimulai saat usia masuk kepala empat.
Namun hal berbeda dirasakan oleh presenter kawakan Ferdy Hasan saat di usia menjelang 40 tahun. Ketujuh bisnis yang dijalaninya hancur dalam waktu bersamaan.
Saat bercerita pada presenter Daniel Mananta, Ferdy merasa di titik terendah saat hal tersebut terjadi.
"Gue merasa kalut banget. Hancur dan stres banget. Sampai akhirnya aku merasa berada di titik terendah dalam hidup," kata suami dari Safina Hasan ini di kanal Daniel Tetangga Kamu, dikutip Kamis (6/7/2023).

Di saat keterpurukan tersebut, ada seorang sahabatnya yang mengajak Ferdy mendekatkan diri pada Allah SWT. Kata Ferdy, sang sahabat mengajaknya untuk salat jamaah di masjid dan sebagainya.
Namun, lanjut pria kelahiran 30 Mei 1973 ini hatinya belum tergerak untuk melakukan lebih. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang ustaz dan mencurahkan semua kegundahannya.
Pada Ferdy, sang ustadz memintanya untuk buka surat Al Ahqaf ayat 15.
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
Usai membaca ayat tersebut, Ferdy merasa selama ada kekosongan dalam dirinya. Mantan penyiar radio ini pun kemudian mulai mempelajari agama, ikut kajian, salat dan lainnya.
"Satu hari tak lama setelah kejadian itu teman yang dulu itu ajak ikut pesantren kilat selama tiga hari. Tapi gue masih nolak," kata Ferdy.
Singkat cerita, Ferdy akhirnya memutuskan untuk ikut pesantren kilat tersebut. Di situ Ferdy diajarkan cara hidup dari tidur sampai bangun dan aktivitas sehari-hari.
Di masjid itu pula Ferdy mendirikan salat tahajud dan pertama kali merasakan ketenangan pada dirinya.
"Gue malam itu salat tahajud, nangis, dan merasa tenang banget. Ini yang gue cari. Terdengar klise, tapi akhirnya yang kita cari di dunia ini adalah ketenangan," kata Ferdy.
"For me life begins at 40 ya gue benar-benar mengetahui target gue kemana," tutupnya.

(lam)