LANGIT7.ID, Jakarta - Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, membuka program English Training Voice of Istiqlal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM pengurus masjid dalam literasi dan komunikasi berbahasa Inggris.
Pelatihan ini dimaksudkan mendukung program Voice of Istiqlal (VoIst) yang diresmikan beberapa bulan lalu oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar. Dengan cara ini, masjid dinilai dapat menyuarakan Islam yang moderat ke kancah dunia.
"Saya sangat bahagia karena bisa bergabung dalam peluncuran English Training VoIst, bahwasanya bahasa (Inggris) memang merupakan hal penting saat kita berupaya mengkomunikasikan New Istiqlal ke banyak negara," ujar KH Nasaruddin Umar dikutip keterangan pers, Ahad (29/8/2021).
Acting Deputy Chief of Mission, US Embassy Jakarta, Rachel Cooke, mengatakan bahwasannya isu mengenai kesetaraan gender maupun Islam moderat di Indonesia sangat menginspirasi.
"Kami bahagia dan siap mendukung program English Training VoIst, serta setiap kolaborasi yang sudah dibentuk. Semoga pelatihan ini bisa menjadi jembatan bagi Masjid Istiqlal untuk berkolaborasi dan menyuarakan visi New Istiqlal tersebut," ujarnya.
Kegiatan peresmian English Training VoIst ini dihadiri oleh berbagai satuan kerja BPMI, di antaranya Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat Laksamana Pertama TNI (Pur) Asep Saepudin, Kepala Bidang Riayah Irjen Pol (Purn) Said Saile, Kepala Bidang Peribadatan KH Bukhori Sail Attahiri, Direktur VoIst Hj Rosita Tandos, dan pejabat BPMI lainnya.
(bal)