LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kampus Tadabbur Qur'an Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Ar-Rahman telah menyukseskan prosesi wisuda 98 mahasiswa. Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda program sarjana ke-2 tahun akademik 2022/2023 M/1444-1445 H digelar di aula STIQ Ar-Rahman, Jonggol, Jawa Barat, Kamis (10/8/2023)
Dalam kesempatan tersebut, ketua Senat STIQ Ar-Rahman, KH Bachtiar Nasir (UBN), menyampaikan tiga pesan kepada para wisudawan agar selalu berada di jalan kebaikan. Pertama, hiduplah seperti lebah.
"Ada pepatah dalam bahasa Arab, Ketika lebah memakan yang baik-baik, lalu mengeluarkan dari tubuhnya yang baik-baik. Allah kemudian mewahyukan kepada lebah yang baik-baik, dan Allah memuliakan lebah dengan menetapkan satu nama surah lebah di dalam Al-Qur'an.'," kata UBN saat menyampaikan pidato dalam acara tersebut.
Ada banyak hikmah dari lebah. Lebah hanya mengomsumsi makanan yang baik, sehingga mengeluarkan madu yang bisa menjadi obat bagi manusia. Seorang muslim harus demikian. Mengisi fisik dan jiwa dengan asupan yang baik agar bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
"Konsumsilah yang baik-baik, bukan cuma untuk fisik kalian, tapi juga otak kalian. Sehingga, yang kalian keluarkan adalah yang baik-baik. Karena itu ambil tiga hikmah dari lebah, makan yang baik-baik, hindari menyakiti orang lain, dan selalu beri manfaat di manapun berada," tutur UBN.
وَاَوْحٰى رَبُّكَ اِلَى النَّحْلِ اَنِ اتَّخِذِيْ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا وَّمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُوْنَۙ ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ ۖفِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
"Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir." (QS An-Nahl: 68-69)
Kedua, para wisudawan perlu belajar mentalitas dan attitude kepemimpinan dalam diri seekor singa. Singa adalah raja hutan. Singa itu memiliki spirit kepemimpinan. Singa bukan binatang yang paling tinggi, paling besar, paling berat, dan paling pintar atau cerdas di hutan. Tapi singa adalah raja, ditakuti oleh semua binatang.
Ketika singa melihat seekor gajah, satu hal yang ada dipikirannya adalah ‘ini mangsa saya’. Padahal gajah 10 kali lebih besar dari singa, bisa 50 kali lebih berat. Gajah jauh lebuh kuat, bisa jadi satu hentakan kakinya bisa menghancurkan singa.
Tapi sewaktu singa melihat seekor gajah, dia tidak melihat ukuran, besar, berat, kekuatan, tapi melihat seekor gajah hanya santapan makanan. Ukuran bukan masalah. Beratnya gajah bukan perhatian singa. Lantaran singa berpikir dia bisa makan gajah, dia serang gajah.
"Kalau begitu, ambil tiga hikmah dari singa. Jangan takut untuk mengambil posisi, tentukan posisimu. Kalau minta kepada Allah, minta surga Firdaus. Bercita-cita harus tinggi. Kedua, Jangan menganggap besar musuh itu. Ketiga, jangan pernah rela hidup bersama kehinaan," tutur UBN.
Ketiga, jangan hidup seperti lalat. Lalat disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai 'pedihnya hidup dalam kehinaan. Maka itu, perlu menghindari tiga dari lalat yakni kehinaan, kerendahan, dan jatuhnya harga diri.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَابًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ۗوَاِنْ يَّسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْـًٔا لَّا يَسْتَنْقِذُوْهُ مِنْهُۗ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوْبُ
"Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah." (QS Al-Hajj: 78)
(ori)