LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kualitas udara DKI Jakarta menjadi terburuk kedua pada Rabu, (16/8/2023). Mengutip laman IQAir, indeks kualitas udara di Jakarta berada di angka 156.
Sementara berdasarkan tingkat polusi, kualitas udara Jakarta adalah tidak sehat. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan kesehatan tubuh, termasuk kulit.
Ada beberapa dampak polusi pada kesehatan kulit seperti jerawat atau efek lain yang mempercepat penuaan. Agar hal tersebut tidak terjadi, dermatologis menyarankan enam langkah rutin ini, dikutip dari New Beauty, Rabu (16/8/2023):
1. Pakai serum antioksidan setiap hari
Dermatologis Los Angeles, Janine Hopkins mengatakan, penggunaan antioksidan topikal setiap hari sangat penting untuk memerangi racun lingkungan yang meningkatkan stres oksidatif yang merusak sel-sel kulit.
Antioksidan topikal, seperti polifenol dan resveratrol, membantu mengurangi radikal bebas dan efek merusak yang ditimbulkan pada sel kulit.
2. Bersihkan kulit wajah setelah dari luar ruangan
Umumnya membersihkan wajah di pagi dan sore hari sudah memenuhi kebutuhan kulit. Hanya saja, kata Dr Hopkins, saat kualitas udara buruk sebaiknya bersihkan kulit wajah segera setelah terpapar di luar ruangan.
Pastikan Anda tidak lupa membersihkan wajah sebelum tidur untuk memaksimalkan kesehatan kulit.
3. Tambahkan eksfoliasi
Dermatologis menyarankan saat membersihkan kulit wajah, pastikan Anda juga melakukan eksfoliasi atau pengelupasan. Pembersih eksfoliasi cocok untuk menghilangkan polusi dan partikel yang tidak diinginkan lainnya.
4. Hindari merokok atau vape
Saat kualitas udara buruk sebaiknya jangan tambah dengan perilaku yang dapat memperburuk masalah.
Dr. Hopkins menyarankan untuk menghindari kebiasaan merokok, vape, atau membakar lilin. Sebab aktivitas tersebut malah akan menambah buruk kualitas udara yang tentunya berdampak pada kesehatan kulit.
5. Pakai pembersih udara
Para dermatologis juga merekomendasikan air purifier atau pemurni udara saat polusi buruk. Pemurni udara di dalam ruangan membantu penyaringan partikel-partikel buruk di udara, yang bisa berdampak pada kesehatan kulit dan paru-paru.
6. Kurangi aktivitas luar ruangan
Saat hari cerah tentu Anda ingin beraktivitas di luar ruangan. Hanya saja, sebaiknya urungkan niat tersebut saat kualitas udara sedang tidak baik.
Namun bila terpaksa harus berkegiatan di luar, Dr Hopkins mengimbau untuk menggunakan antioksidan dan tabir surya.
(ori)