LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pengasuh Pondok Modern Tazakka, Batang, KH. Anang Rikza Masyhadi, menegaskan,
guru merupakan pilar utama peradaban bangsa. Pendidikan merupakan sesuatu yang asasi dalam kehidupan manusia. Tanpa pendidikan, manusia ibarat hidup dalam kegelapan.
Pendidikan hakekatnya mengajarkan berbagai ilmu dan pengalaman yang diperlukan dalam kehidupan. Bahkan, dalam pandangan Islam, ilmu dan pengalaman yang didapatkan melalui suatu proses pendidikan tak sekadar untuk keperluan hidup di dunia, namun juga di akhirat kelak.
"Al-Quran mengisahkan bahwa diantara hal pertama yang diterima oleh Adam dan Hawa ketika mereka telah turun ke muka bumi adalah soal pengajaran pengetahuan tentang alam semesta dan kehidupan ini," kata Anang dalam khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Senin (21/8/2023).
Baca juga:
Kemenag Bina Guru Al Zaytun, Ajari Murid Moderat Sejak DiniAnang menegaskan, pendidikan dan ilmu pengetahuan menempati posisi penting dalam ajaran Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Turmudzi disebutkan, orang yang mau belajar dan mengajarkan kebaikan ditempatkan pada derajat yang paling tinggi.
Setiap muslim diwajibkan untuk belajar. Rasulullah SAW menegaskan, belajar hukumnya wajib. Seorang muslim tidak mungkin beriman kepada Allah tanpa ilmu. Beriman tanpa berilmu bisa keliru. Sama halnya beribadah tanpa ilmu. Seseorang tidak bisa melaksanakan shalat, puasa, dan zakat tanpa ilmu.
"Termasuk, bermuamalah pun ada tuntunan ilmunya. Ilmu tentang etika dan hubungan antar sesama, memahami hak dan kewajiban masing-masing dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Islam telah mengatur semuanya," tutur Anang.
Maka, di sinilah pentingnya seorang guru. Rasulullah SAW juga diutus untuk menjadi guru. Guru faktor penting dalam proses pendidikan dan pembentukan kepribadian seseorang, bahkan dalam pembentukan keimanan seseorang.
"Guru pertama bagi setiap anak adalah kedua orang tuanya. Maka, para orang tua sebagai guru bagi anak-anaknya perlu memiliki bekal ilmu dan pengalaman serta wawasan yang baik. Jika sebuah rumah tangga baik, maka akan baiklah pertumbuhan anak-anaknya," tutur Anang.
Generasi yang tangguh merupakan aset paling berharga bagi sebuah bangsa. Saat ini, faktor keberhasilan suatu negara bukan hanya ditentukan ekonomi, hukum, dan pertahanan negara saja, namun juga dari faktor pendidikan.
"Alasannya, karena pendidikan merupakan penggerak sumber daya manusia yang dapat memajukan semua faktor keberhasilan suatu negara," ucap Anang.
Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia. Maka, perhatian kepada para guru sebagai pendidik yang akan mendidik, mengajar, melatih dan membina perkembangan ilmu, pengalaman, keterampilan dan wawasan anak-anak, perlu terus ditingkatkan.
"Jika gurunya baik, maka pendidikan akan baik. Dan jika pendidikan baik, maka akan menjadikan bangsa yang maju dan berperadaban. Anang menuturkan, di negara-negara maju, penghormatan dan penghargaan kepada guru sangat tinggi, baik yang datang dari masyarakat maupun dari negara," tutur Anang.

(ori)