LANGIT7.ID-, Surabaya- - Kolaborasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dengan UIN Syarif Hidayatullah terus berlanjut.
Pasca ditandatanganinya Nota Kesepahaman kedua pimpinan ditindaklanjuti dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Pengampu Fakultas Kedokteran UINSA Surabaya, Kamis (12/10/2023).
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dilakukan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UINSA Surabaya, Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si., dengan Dekan Fakultas Kedokteran UIN Syahid Jakarta, Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT. FICS.
Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. didampingi Dekan Calon Fakultas Kedokteran, dr. Hidayatullah. Sp.N., serta jajaran pimpinan dan Tim Akselerasi Fakultas Kedokteran UINSA Surabaya, hadir menjadi saksi.
Baca juga:
Berkat Pemodelan Kriminalitas, Mahasiswa UINSA Jadi Presenter di Konferensi InternasionalDari UIN Jakarta, hadir Rektor, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D.; Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kelembagaaan, Din Wahid M.A., Ph.D.; serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Fakultas Kedokteran, drg. Laifa Annisa Hendarmin, Ph.D.
Rektor UIN Jakarta menyampaikan, kolaborasi menjadi modal penting untuk bisa berkembang di masa depan. Rektor UIN Jakarta pun dengan tangan terbuka menyambut kerjasama dengan UINSA Surabaya untuk dapat saling berbagi dan belajar antar perguruan tinggi.
“Ini adalah sebuah penguatan. Terima kasih Pak Rektor atas kepercayaannya kepada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan ini juga menjadi kerjasama kita. Semoga ke depan kita saling berkolaborasi,” ujar Asep.
Rektor UINSA Surabaya menjelaskan, kerjasama ini menjadi upaya UINSA Surabaya untuk belajar dari pengalaman UIN Jakarta. Alasan UIN Jakarta dipilih, lanjut Rektor UINSA, adalah karena adanya banyak kesamaan antar dua lembaga. Salah satunya adalah asset value dua lembaga yang sama-sama di kisaran Rp4 triliun.
“Tidak ada cara lain. Untuk masuk surga, ya meniru yang baik. Dan yang sudah baik, itu hanya UIN Jakarta,” ujar Prof. Muzakki. Hal itu sesuai dengan reputasi Fakultas Kedokteran UIN Jakarta yang telah terakreditasi A dan memiliki ijin operasional untuk tenaga spesialis.
“Sukses itu pengalaman. Karena itu kami hanya meniru yang sudah berpengalaman, karena sudah terbukti sukses,” tegas Prof. Muzakki. Kerjasama dengan UIN Jakarta ini, imbuh Rektor, diharapkan menandai titik kolaborasi dua lembaga agar ke depan marwah PTKIN tetap terjaga.
Rektor UIN Jakarta juga menambahkan, pendirian Fakultas Kedokteran menjadi upaya pengembangan keunggulan lembaga untuk meningkatkan reputasi dan rekognisi nasional dan internasional.
“Apalagi distingsinya adalah epidemiologi pesantren, sangat relevan sekali di Jawa Timur yang pesantrennya banyak. Dan ini penting bagi UINSA untuk masuk ke wilayah ini, bukan hanya ngaji-ngaji saja tapi kesehatan juga harus diperhatikan,” tegas Prof. Asep
(ori)