LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menorehkan prestasi dalam kancah global. Berdasarkan pemeringkatan SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 by Subject pada bidang religious studies, empat
PTKIN berhasil menembus jajaran perguruan tinggi terbaik dunia.
Dalam rilis SIR 2026,
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta bahkan menempati posisi ke-7 terbaik dunia, tiga tingkat di atas
Harvard University.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan tinggi keagamaan Islam Indonesia di level internasional.
Sedangkan tiga PTKIN lainnya terdiri dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada peringkat ke-14 dunia, diikuti
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di peringkat 21, serta
UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada peringkat 25.
Pemeringkatan SCImago didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kinerja riset (50 persen), inovasi (30 persen), dan dampak sosial (20 persen), dengan basis utama pada data publikasi serta sitasi ilmiah yang terindeks secara internasional.
Baca juga: Selamat! UIN Jakarta Raih Prestasi Global, Tahun Ini Naik Peringkat ke-29 DuniaDirektur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Suyitno, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bentuk nyata dari kerja panjang dan konsisten dalam mendorong internasionalisasi PTKIN.
"Prestasi ini adalah bentuk real dari rekognisi internasional atas kualitas PTKIN. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis yang selama ini kita lakukan -mulai dari penguatan publikasi bereputasi, kolaborasi riset lintas negara, hingga peningkatan kapasitas akademik dosen dan kelembagaan- telah mendapatkan pengakuan dunia," ungkap Suyitno dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak boleh berhenti sebagai capaian simbolik semata, tetapi harus menjadi pijakan untuk memperluas jejaring global dan meningkatkan kontribusi keilmuan Islam Indonesia di tingkat internasional.
"Ke depan, PTKIN harus terus memperkuat perannya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam studi keislaman yang moderat, inklusif, dan berdaya saing global, sehingga kehadirannya semakin dirasakan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung dunia," sebutnya.
Hal senada disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Sahiron. Dia menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian kampus PTKIN pada level internasional. Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa PTKIN mampu bersaing di tingkat global melalui penguatan riset, kolaborasi internasional, serta peningkatan kualitas publikasi ilmiah.
"Capaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi indikator kuat keberhasilan strategi internasionalisasi yang selama ini dijalankan oleh PTKIN. Kita melihat bagaimana peningkatan kualitas riset dan jejaring global memberikan dampak signifikan terhadap reputasi akademik di dunia internasional," tandasnya.
Sebelumnya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil menorehkan prestasi juga di kancah global. Berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026, UIN Jakarta berhasil menempati peringkat ke-29 dunia, pada bidang Theology, Divinity & Religious Studies.
Capaian UIN Jakarta tersebut ditopang oleh performa unggul pada sejumlah indikator penilaian dengan overall score 76.1.
(lsi)