LANGIT7.ID-Jakarta; Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi meluncurkan FDIKOM Da'i Club sebagai wadah pengembangan dai muda yang tidak hanya memiliki kemampuan berdakwah, tetapi juga mampu membangun jejaring sosial dan memanfaatkan media digital untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang inklusif.
Dekan FDIKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si, menegaskan bahwa Da'i Club dibentuk sebagai inkubator bagi calon dai muda, bukan sekadar tempat untuk mengejar popularitas.
"Saya sebut FDIKOM Da'i Club ini sebagai inkubator da'i-da'i muda. Bukan hanya sekadar wadah mereka bisa berdakwah tetapi membangun jejaring sosial," ujar Prof Gun Gun dalam Seminar Nasional Launching FDIKOM DAI Club (FDC) "Jejaring Da'i Muda Untuk Penguatan Moderasi Beragama", di Theater Prof. Dr. H. R. Husnul Aqib Suminto, Jakarta, dikutip Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, tantangan dakwah saat ini tidak cukup dijawab hanya dengan kemampuan retorika. Seorang dai juga harus mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar pesan dakwah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
"Karena sekarang da'i hebat itu tidak akan bisa mengubah apa pun dengan retorikanya jika abai dengan jejaring sosialnya," katanya.
Prof Gun Gun menjelaskan, ekosistem dakwah perlu dibangun melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), media, hingga kalangan akademisi.
"Sinergi itu yang ingin dibangun, makanya DKM dihadirkan, media dihadirkan, kemudian para pengisi yang punya kompetensi keilmuannya dihadirkan sehingga menjadi stakeholder membangun ekosistem dakwah yang inklusif," ujarnya.
Ia menambahkan, tujuan akhirnya adalah menghadirkan dakwah yang menyebarkan nilai-nilai kebaikan, kebijaksanaan, sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
"Dakwah yang tentu menyebarkan nilai-nilai kebaikan, kebijaksanaan sekaligus menguatkan keindonesiaan kita," kata dia.
Dai Muda Diminta Tidak Terjebak Selebriti SyndromeDalam kesempatan tersebut, Prof Gun Gun juga mengingatkan para dai muda agar tidak menjadikan panggung dakwah sebagai sarana mengejar ketenaran.
Ia menyebut fenomena "selebriti syndrome" dapat muncul ketika seseorang lebih menikmati sorotan publik dibanding membangun kedekatan dengan masyarakat.
"Da'i Club adalah inkubator, bukan sekadar panggung untuk menjadi selebriti. Selebriti itu adalah dampak saja," ujarnya.
Karena itu, ia mendorong para dai untuk tetap aktif berbaur di tengah masyarakat dan membangun jejaring sosial agar tidak kehilangan perspektif dalam berdakwah.
![FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Da'i Club, Prof Gun Gun: Ini Inkubator Dai Muda, Bukan Panggung Selebriti]()
Dakwah Harus Menyesuaikan Perkembangan Media DigitalProf Gun Gun juga menilai kemampuan teknis yang dimiliki mahasiswa, seperti videografi, fotografi, penyuntingan video, hingga produksi konten digital, perlu dipadukan dengan kemampuan berdakwah.
Menurutnya, FDIKOM selama ini telah menyediakan berbagai wadah pengembangan keterampilan teknis. Namun, aspek dakwah sebagai identitas utama fakultas juga harus terus diperkuat.
Melalui FDIKOM Da'i Club, ia berharap lahir dai-dai muda yang mampu menggabungkan kemampuan retorika dengan pemanfaatan platform digital.
Ia juga mengajak media untuk ikut mendiseminasikan gagasan para dai muda agar tidak hanya tampil di mimbar masjid, tetapi juga menjangkau generasi muda melalui platform digital.
"Supaya kemudian keberadaan dai-dai ini bukan hanya ada di mimbar seperti ini, tapi mungkin ada di YouTube atau mungkin juga ada di TikTok lewat klip pendek-pendek. Supaya anak-anak Gen Z juga mendengarkan ceramah yang diisi oleh mereka yang juga muda-muda," tuturnya.
Langit7.id Siap BerkolaborasiDalam sambutannya, Prof Gun Gun juga menyampaikan bahwa Langit7.id akan berkolaborasi dengan FDIKOM Da'i Club dalam mendiseminasikan gagasan para dai muda.
Menurutnya, kolaborasi dengan media menjadi bagian penting agar dakwah dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas melalui berbagai platform, termasuk tulisan dan podcast.
Perkuat Dakwah Inklusif Melalui Kolaborasi DKMProf Gun Gun juga mengajak para pengurus DKM yang hadir untuk membuka ruang kolaborasi dengan FDIKOM Da'i Club.
Ia berharap para dai muda dapat memperoleh kesempatan berdakwah sekaligus belajar langsung di berbagai masjid melalui kerja sama yang berkelanjutan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya memperkuat dakwah yang mengedepankan sikap inklusif, toleransi, serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Menutup sambutannya, Prof Gun Gun mengajak seluruh pihak menjadikan peluncuran FDIKOM Da'i Club sebagai awal gerakan sosial yang berkelanjutan.
"Ini adalah social movement, makanya kemudian kita istilahkan inkubator da'i di kalangan anak-anak muda," ujarnya.
Ia kemudian mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi memperkuat masyarakat madani.
"Mari sinergi untuk menguatkan masyarakat madani kita dengan satu prinsip tetap berpikir tanpa kejumudan, bergerak tanpa kekerasan dan bermanfaat untuk kekitaan."
(lam)