LANGIT7.ID-, Jakarta- - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memastikan kesiapan jaringan dalam menghadapi kemungkinan lonjakan trafik di semua layanan saat libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pada moment tahunan ini diprediksi terjadi peningkatan trafik mencapai tiga kali lipat dibandingkan rata-rata trafik pada kondisi normal hari biasa. Dan naik sekitar 20% dibandingkan trafik Nataru tahun lalu.
Menurut Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, lonjakan trafik antara lain akan terdorong oleh semakin seringnya pelanggan dalam menggunakan berbagai layanan digital dengan kapasitas besar. Diperkirakan, pelanggan akan banyak berkirim konten video atau foto, serta akses streaming baik video, musik, serta gim.
"Media sosial juga diperkirakan akan menjadi sasaran pelanggan mengisi waktu liburan untuk berbagi meriahnya momen Nataru," katanya.
Baca juga:
Puncak Arus Libur Nataru Diprediksi 23 Desember, Jasamarga Pastikan Kesiapan LayananSurvei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2023 menyebutkan, diperkirakan akan ada potensi pergerakan sekitar 107,63 juta orang. Hal itu tentu akan ikut mendorong peningkatan trafik penggunaan layanan telekomunikasi dan data.
"Karena itulah kam perlu menyiapkan jaringan dengan kapasitas dua kali lipat lebih besar dari hari normal agar dapat tetap aman jika terjadi lonjakan trafik," ujar Gede.
Gede menambahkan, persiapan jaringan meliputi antara lain peningkatan kapasitas, optimisasi di area-area tujuan wisata dan sepanjang jalur transportasi darat (tol dan non tol) di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Selain itu juga di sepanjang jalur kereta api, termasuk kereta cepat.
Tim teknis XL Axiata memperkirakan, pergerakan masif akan terkonsentrasi di jalur mudik via jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera dan berpotensi meningkatkan trafik jaringan sekitar 10-20%. "Tim kami juga sudah mengidentifikasi kota-kota yang rawan dengan lonjakan trafik, termasuk juga destinasi wisata dan pusat keramaian," imbuhnya.
XL Axiata juga menyiapkan rencana rekayasa jaringan jika terjadi kepadatan trafik di suatu lokasi. Termasuk pengerahan armada Mobile BTS (MBTS) di berbagai lokasi yang diprediksi akan mengalami lonjakan trafik.
Rekayasa jaringan yang dilakukan ini berupa pengalihan atau pemecahan trafik jika terjadi kepadatan di suatu area. "Dengan demikian, lonjakan trafik di suatu lokasi tidak akan menyebabkan penurunan kualitas layanan kepada pelanggan," tandas Gede.
Kota-kota yang diprediksi akan mengalami lonjakan trafik adalah kota-kota yang juga menjadi tujuan berlibur masyarakat, antara lain di Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali, dan Lombok.
Kenaikan trafik diperkirakan akan terjadi di area-area yang memiliki komunitas Nasrani cukup besar, yang merayakan Natal, seperti di Sulawesi Utara, Sumatera Utara, serta Nusa Tenggara Timur.
(ori)