LANGIT7.ID-, Surabaya- - Kapolda Jawa Timur Irjen Imam Sugianto memberikan kuliah umum di Gedung At Tauhid Tower UM Surabaya. Dalam kesempatan tersebut dilakukan deklarasi menjaga Pemilu 2024 damai dan berintegritas.
Deklarasi ditandai dengan penandatangan oleh Kepala Polda Jatim dan Rektor UM Surabaya Sukadiono disaksikan ribuan peserta di lantai 13, Kamis (18/1/2024)
Imam Sugianto memaparkan, pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat, sehingga ia memastikan demokrasi di Jawa Timur harus mencapai berbagai indikator di antaranya pelaksanaan aman dan lancar, partisipasi pemilih tinggi, tidak ada konflik yang merusak persatuan, dan pemerintahan dan pelayanan masyarakat berjalan tanpa gangguan.
“Partisipasi pemilu adalah tanggung jawab kita semua, mari kita suksekan pemilu tanggal 14 nanti penuh kedamaian dan penuh integritas dan polri memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas politik selama penyelenggaraan pemilu,” ujarnya.
Menurut Imam, siapapun pemenangnya nanti, setelah pemilu masyarakat harus tetap rukun, tidak memecah belah karena perbedaan pilihan di pemilu 2024. Dia mengatakan netralitas Polri sangat penting dalam demokrasi, karena polri salah satu pilar yang menjaga kedamaian NKRI.
Baca juga:
Debat Keempat Capres-Cawapres Bahas 6 Tema dan Libatkan 11 Panelis“Pemilu 2024 harus dimaknai sebagai momentum yang tepat, mengingat hari ini hingga 10 Februari mendatang masuk kamapanye akbar, maka kami Polri mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi gesekan-gesekan yang akan terjadi,” imbuhnya.
Selain meningkatkan kewaspadaan, ia mengajak mahasiswa yang hadir sebagai kaum intelektual mengkampanyekan pemilu damai, agar masyarakat pendukung paslon tidak mudah terprovokasi dan berkomiten dalam meredam potensi-potensi yang dapat memecah belah bangsa.
“Sekali lagi mari kita sukseskan pemilu 2024 dengan penuh integritas, mari kita saling mengingatkan bahwa persatuan dan kesatuan adalah hal yang utama,”pungkasnya.
Rektor UM Surabaya dalam sambutannya mengatakan bahwa kuliah umum dengan polri ini merupakan salah satu doktrin taawun Muhammadiyah dalam hal kebaikan dan ketaqwaan.
“Tentunya sebagai pimpinan universitas kami ingin pemilu berjalan dengan damai. Di tahun politik seperti ini banyak sekali misinformasi dan disinformasi yang dapat memecah belah persaudaraan, sehingga kita harus bijak dalam memilih konten, apalagi menyebarkan konten yang belum tentu kebenarannya, sehingga saya mengajak kepada semua agar selektif dalam memilih konten dan saling mengedukasi satu sama lain,” ujarnya.
Rektor menegaskan, Pemilu 2024 harus menjadi pemilu yang damai dan berintegritas. “Mari kita terus gaungkan demokrasi yang aman, damai, jujur sehingga melahirkan pemimpin berkualitas. Kita bersama-sama ciptakan pesta demokrasi yang semarak penuh perdamaian,” pungkasnya.
(ori)