LANGIT7.ID-, Surabaya- - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) berdiri sejak 2014. Di usia 9 tahun, kampus ini sudah menarik perhatian siswa luar negeri. Salah satunya dari negeri Timor Leste.
“Jadi yang sudah berjalan memang ada mahasiswa dari Timor Leste. Dia sekarang semester 2. Selanjutnya nanti juga akan ada lagi mahasiswa dari Timor Leste,” ujar Dekan FK Unusa, Dr dr Handayani, M.Kes.
Handayani melanjutkan, selama ini Unusa memang cukup getol menggelar pameran pendidikan di Timor Leste. Gayung pun bersambut, tak sedikit siswa dari Timor Leste yang tertarik melanjutkan pendidikan di FK Unusa.
“Setiap tahun ada semacam pameran pendidikan di sana, tepatnya di Pusat Kebudayaan Indonesia. Ada juga webinar yang banyak diikuti siswa dari sana,” terang Handayani.
Selain mahasiswa asing, FK Unusa juga menjadi pelabuhan bagi santri pondok pesantren yang ingin menempuh pendidikan kedokteran. Bahkan terkait santri yang ingin kuliah di FK Unusa, Handayani menuturkan jika pihaknya memberikan sejumlah kemudahan.
Baca juga:
Kemenparekraf Buka 3.860 Kuota Mahasiswa Baru Poltekpar 2024/2025“Setiap tahun kita memang selalu ada (mahasiswa dari ponpes). Dan memang penerimaan mahasiswa kita itu ada penerimaan khusus dari pesantren, namanya kemitraan pesantren. Itu khusus untuk kedokteran,” papar Handayani.
Handayani mengatakan, kemitraan pesantren ini diterapkan karena salah satu tujuan dari pendirian FK Unusa adalah pengabdian diri di ponpes.
“Kita memang punya perhatian khusus terhadap pesantren. Jadi kemitraan pesantren adalah santri yang direkomendasikan oleh pimpinan ponpesnya. Harapan kami, santri tidak hanya mendapat rekomendasi kuliah di FK Unusa tapi juga nantinya santri yang bersangkutan setelah lulus bisa mengabdi di ponpesnya, membantu ponpes di bidang kesehatan,” jelasnya.
Fasilitasi Lulusan Lanjut Spesialis
Handayani juga mengungkapkan jika pihaknya terus mendorong lulusan FK Unusa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis. Bahkan FK Unusa turut merekomendasikan lulusannya yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.
“Beberapa lulusan kita sudah ada yang diterima PPDS di sejumlah FK negeri, bahkan ada beberapa lulusan yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan beasiswa,” ujarnya.
“Dari kita memfasilitasi dengan cara memberikan rekomendasi. Biasanya lulusan mau lanjut kemana itu membutuhkan rekomendasi, mungkin dari dekan atau departemen yang dia tuju,” sambungnya.
(ori)