LANGIT7.ID-, Jakarta- - Komedian Kiky Saputri membagikan kabar menyedihkan yaitu kehilangan calon buah hati di usia kehamilan 10 minggu. Berita duka tersebut disampaikan Kiky dan sang suami, Muhammad Khairi di YouTube Kiky Saputri Official.
"Qadarullah, takdir Allah menentukan kita harus berpisah dengan bayi aku, janin aku di usia kandungan 2,5 bulan, 10 minggu, di mana itu sebulan yang lalu," lanjut perempuan yang dijuluki Ratu Roasting ini.
Kiky mengungkapkan salah satu penyebab keguguran yang dialaminya adalah kista yang menyebabkan kandungannya tidak berkembang.
Sebelumnya Kiky sudah mengetahui ada kista seukuran 3,8 centimeter di luar dinding rahim. Dia pun berencana untuk membersihkan kista sepulang dari London. Namun sebelum sempat mengobati kistanya, Kiky dinyatakan hamil.
"Tapi Masya Allah, Allah kasih kita rezeki ada si baby. Kata dokter enggak apa-apa, ini enggak ganggu, jadi lanjutin aja kehamilannya," terang pemilik nama lengkap ini Rizhky Nurasly Saputri.
Baca juga:
Ilmuwan Harvard Henry Larson Mualaf, Langsung Tunaikan Puasa dan Shalat TarawihQadarullah, seiring perkembangan janin, kistanya pun ikut berkembang hingga ukurannya bertambah menjadi 4,6 centimeter. Pembesaran kista pun mempengaruhi kehamilan Kiky Saputri.
"Ternyata menekan ke area dinding rahimnya, kistanya membesar, saat aku keguguran itu dia udah 4,6 cm," urainya.
Kiky kemudian mengalami flek. Dia dan suami lantas memeriksakan kandungannya. Namun takdir Allah berkata lain, detak jantung janin Kiky Saputri sudah tidak terdengar lagi.
"Ya sudah akhirnya diputuskan untuk kuret. Aku istirahat seminggu, kata dokternya sambil kita kontrol. Kata dokter seharusnya setelah janinnya sudah tidak ada kista bisa menyusut. Nanti bisa dilihat harus diangkat atau mengecil secara alami," kata Kiky.
Setelah melewati kuret, bintang film Pasutri Gaje ini mengalami sakit perut seperti saat datang bulan.
Kiky pun kembali memeriksakan diri ke dokter. Dokter pun menganjurkan untuk kista diangkat karena dikhawatirkan berbahaya untuk rahim.
"Dicek kistaku semakin membesar 5,2 centimeter. Dokter memutuskan untuk diangkat kistanya karena takutnya berbahaya, udah nempel ke falopi kiri," urai Kiky.
Di sini Kiky kembali mendapat ujian, sebab kista tersebut telah menyelimuti ovarium kiri, sehingga terpaksa harus diangkat.
"Ternyata ovarium kiri itu udah diselimuti kistanya, udah menggerogoti ovarium sebelah kiri Kiky, ada peradangan di situ," tambah Khairi.
Bila tidak diangkat, lanjut Khairi, kista akan berkembang ke tempat lain. Sehingga pengangkatan ovarium kiri menjadi opsi terakhir.
"Kami harus kehilangan anak, terus aku harus kehilangan juga ovarium kiri. Aku nggak tahu kalau perempuan-perempuan lain gimana rasanya," ucap Kiky sedih.
(ori)