LANGIT7.ID - , Jakarta - Keguguran merupakan suatu kondisi dimana seorang perempuan hamil kehilangan janinnya dikarenakan tidak berkembang secara normal. Keguguran sendiri kerap dialami sebelum minggu ke-20.
Lalu, apa penyebab keguguran?
Melansir dari The Royal Woman's Hospital, Jumat (25/3/2022), dikatakan biasanya tidak ditemukan penyebab yang dapat diobati untuk keguguran.
Baca juga: Keguguran Anak Kembar, Dinda Hauw Bagikan Kisah SedihnyaHasil penelitian menemukan bahwa setengah dari kasus keguguran terjadi karena kromosom dalam embrio tidak normal. Sehingga kehamilan tidak berkembang dengan baik sejak awal.
Dalam hal ini, keguguran adalah cara alami untuk mengatasi embrio yang tidak normal. Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya keguguran jika kehamilan berkembang secara tidak normal.
Keguguran lebih sering terjadi pada wanita yang lebih tua daripada wanita yang lebih muda, terutama karena kelainan kromosom lebih sering terjadi dengan bertambahnya usia.
Di samping itu, wanita perokok dan aktif minum alkohol dalam 12 minggu pertama kehamilan, rentan mengalami keguguran. Penelitian juga menunjukkan, keguguran lebih sering terjadi pada wanita yang minum lebih dari 500mg kafein per hari atau sekitar tiga sampai lima cangkir kopi.
Beberapa kondisi medis pada ibu, seperti diabetes yang tidak terkontrol, fibroid atau masalah tiroid, dapat menyebabkan keguguran. Kondisi medis langka yang mempengaruhi pembekuan darah juga dapat menyebabkan keguguran. Wanita yang mengalami tiga kali atau lebih keguguran berturut-turut harus diperiksa untuk kondisi ini.
Tes awal pada kehamilan, seperti
chorionic villus sampling (CVS) dan
amniosentesis, membawa risiko kecil keguguran. Ini adalah tes di mana jarum dimasukkan ke dalam rahim.
Baca juga: Agar Janin Tumbuh Optimal, Berapa Berat Badan Ideal saat Kehamilan?Selain itu, demam tinggi juga dapat menyebabkan keguguran, tetapi infeksi ringan seperti pilek bukanlah suatu hal yang membahayakan.
Bagaimana mencegah terjadinya keguguran?
Keguguran terjadi bahkan pada wanita yang paling sehat sekalipun, namun demikian, menjadi sehat akan meningkatkan peluang Anda untuk hamil yang sehat.
Terpenting yang dapat Anda lakukan adalah mengikuti saran untuk kehamilan yang sehat, seperti jangan merokok, ubah asupan kafein, hindari alkohol jika memungkinkan hingga hindari kontak dengan orang lain yang memiliki penyakit menular yang serius.
(est)