LANGIT7.ID - , Jakarta - Berat badan bertambah saat hamil adalah suatu hal yang lumrah. Sebab, kondisi tersebut dibutuhkan untuk menunjang perkembangan janin dalam kandungan. Lalu, berapa berat badan yang ideal saat kehamilan?
Obestetri dan Ginekolog Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH melihat populasi normal di Indonesia, kenaikan berat badan yang ideal saat kehamilan berkisar antara 6 - 15 kilogram.
"Itu sudah cukup jangan lebih dan jangan kurang kalau ingin melahirkan normal, kalau ibu hamil yang yang sebelumnya sudah gemuk bahkan dia cukup menaikkan berat badan 6 kilo saja," kata Diana dalam webinar Tentang Anak, Rabu (23/2/2022).
Baca juga: Kenali Waktu Tepat Cek Kehamilan dengan Test PackBerat badan ideal saat kehamilan harus dijaga agar bayi mendapat makanan dan oksigen yang optimal. Karena itu, ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang agar berat badan naik sesuai yang disarankan dokter.
"Makanan ibu hamil dengan gizi seimbang itu yang sepertiga diisi oleh karbohidrat, sepertiga oleh lauk protein dan sepertiganya lagi adalah sayur dan buah," jelas lulusan FKUI dan FK Universitas Gadjah Mada ini.
Lebih lanjut Dwiana menambahkan, perempuan hamil dengan berat badan terlalu gemuk dan kurus menandakan bahwa fisiknya tidak sehat. Karena itu, sebaiknya bagi perempuan dengan tubuh terlalu kurus dan gemuk untuk menunda kehamilan terlebih dulu.
"Terlalu gemuk pada saat kehamilan itu merupakan penyakit yang menandakan bahwa kondisi fisik ibu tersebut tidak optimal dan tidak sehat. Untuk kategori terlalu kurus, berat badannya di bawah 45 kilo padahal tingginya 160. Hal tersebut dikatakan KEK (Kurang Energi Kronik), ini juga berbahaya," terang dia.
Dwiana menepis anggapan banyak orang akan kenaikan berat badan saat hamil menandakan tubuh yang sehat. Menurut Dwiana, kenaikan berat badan berlebih saat kehamilan justru berbahaya karena pertambahan ada pada lemBacaak, bukan otot.
Baca juga: KH Dedeng: Pendidikan Ideal Anak Dimulai Sejak dalam KandunganAlhasil, kelainan metabolik pada ibu membuat bayi mengalami hambatan pertumbuhan. Meski, bila bayi berbadan besar pertumbuhannya pun berisiko obesitas. Kondisi ini bisa menyebabkan saat tua akan menderita diabetes melitus.
"Seringkali saya dengar ada selebriti yang bangga berat badannya naik 30 kilogram. Saya ketika mendengarnya rasanya ingin pingsan. Lalu, selang berapa lama dia dikabarkan akan operasi dikarenakan bayinya sesak nafas di dalam kandungan, air ketubannya kurang dan lainnya. Jadi sudah bisa diduga bahwa kenaikan berat badan pada ibu hamil itu kalau mau melahirkan normal tidak lebih dari 15 kilo," terangnya.
(est)