Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 06 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

KH Dedeng: Pendidikan Ideal Anak Dimulai Sejak dalam Kandungan

fajar adhitya Selasa, 23 November 2021 - 12:32 WIB
KH Dedeng: Pendidikan Ideal Anak Dimulai Sejak dalam Kandungan
Ilustrasi anak-anak sedang belajar dengan gurunya. Foto: Langut7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Pendidikan anak perlu dipersiapkan sejak dalam kandungan agar terbentuk karakter anak yang shalih dan berfisik sehat. Pendidikan anak sejak masa kehamilan merupakan fase pertama oleh orang tua.

Ketua Bidang Tarbiyah PP Persis, KH Dr Dedeng Rosyidin mengatakan, pendidikan anak sejak dalam kandungan harus memenuhi unsur fisik (tarbiyah khalqiyah) dan jiwa (tarbiyah diniyah). Tarbiyah khalqiyah atau pembinaan fisik meliputi menjaga kesehatan kandungan dan mengonsumsi makanan sehat.

Sementara tarbiyah diniyyah adalah pendidikan keagamaan, yakni memperkuat ruhaniyah ibu hamil dengan mendekatkan diri kepada Allah. Contoh pendidikan sejak masa kandungan ialah sebagaimana dipaparkan Alquran dalam Surat Ali Imran.

Baca Juga: Persis: Tarbiyah Islamiyah Merupakan Sistem Pendidikan Komprehensif

اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرَانَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Arti: (Ingatlah), ketika istri Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

“Jadi ketika istri Imran mengandung dia mentarbiyah dengan doa. Lalu lahirlah seorang anak dari istri Imran yang dinamai Maryam,” tutur Kiai Dedeng.

Baca Juga: LPMQ: Perlu Standardisasi Mushaf Alquran untuk Tunawicara

Tarbiyah diniyah yang diberikan istri Imran itu kemudian menjadikan Maryam sebagai wanita pertama yang diperbolehkan beribadah di Baitul Maqdis. Keluarga Imran tidak membebani sesuatu pada anaknya nanti, karena anak itu semata-mata telah diikhlaskan untuk mengabdi di sana.

Pada akhir ayat ini telah dijelaskan bahwa Allah mendengar apa yang diucapkan oleh istri Imran, mengetahui niat yang suci, dan mendengar pujiannya kepada Allah ketika ia bermunajat. Hal-hal inilah yang menyebabkan doanya terkabul, dan harapannya terpenuhi sebagai karunia dan kebaikan dari Allah.

Baca Juga: Tafsir An Nisa ayat 36: Wajib Berbuat Baik kepada Sesama

Baca Juga: Annisa Rebana London Berdakwah Lewat Nada dan Shalawat

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 06 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)