LANGIT7.ID - , Jakarta - Menepuk rebana sambil mendendangkan shalawat adalah cara umat muslim menunjukkan kecintaannya pada Nabi Muhammad SAW. Kini, tak hanya di Indonesia, tepukan rebana dan kasidah berkumandang di seantero bumi. Salah satunya di London, Inggris.
Adalah Annisa Rebana London, grup musik rebana yang seluruh personilnya adalah perempuan Indonesia yang bermukim di London, sukses memperkenalkan budaya ini di Inggris.
Berawal dari kegiatan Pengajian Bulanan Masyarakat London (PBML), grup Annisa Rebana London terbentuk. Semula PBML hanya berisi kajian ceramah, kemudian atas usulan Fadhilah Afrah yang juga pembina dari grup ini, kegiatan pengajian tersebut mulai diisi dengan bermain rebana.
Baca juga: Emil Lobi Investor Timur Tengah untuk Rebana dan Aerocity"Kebetulan Ummi Fadhilah juga punya pengalaman bermain rebana, jadi beliau ikut mengajarkan kepada ibu-ibu lain." kata Manager Annisa Rebana London Ida Rosida saat dihubungi Langit7, Senin (22/11/2021).
Satu hari, salah satu anggota pengajian PBML mengundang grup musik ini tampil di acara tersebut.
"Dari tampil perdana di tempat Ibu Nabila, kita akhirnya membentuk nama Annisa yang berarti perempuan-perempuan. Melihat anggota personilnya adalah para kaum perempuan." papar Ida yang menceritakan grup musik ini belum memiliki nama sebelumnya.
Mulai dari situ, Annisa Rebana London mulai banyak diundang di berbagai acara pengajian atau rumahan. Meski begitu, lingkupnya masih terbatas rumah ke rumah dan masih terbatas hanya orang Indonesia di London saja.
Sampai kemudian Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London mengundang Annisa Rebana untuk tampil di acara Idul Fitri tahun 2016 silam.
"Disitulah pertama kali kita manggung secara profesional, akhirnya kita mulai beli gendang baru, rebana baru dan seragam baru." ungkap Ida yang mengaku setelah acara tersebut Annisa Rebana banyak diundang di acara pernikahan atau peresmian.
"Setelah tahun 2016, setiap tahun kita rutin tampil terus di KBRI acara Idul Fitri atau Idul Adha." tambahnya.
Annisa Rebana London pun mulai mengisi di luar acara pengajian atau halal bihalal. Seperti mengisi di festival besar dimana muslim dari berbagai negara datang, London Halal Food Festival, September lalu.
Kemudian grup musik rebana ini juga mengisi acara di Cambridge yang digelar oleh organisasi Islam Al-Washliyah London yang sebagian penontonnya adalah non muslim.
"Saat itu, setelah selesai tampil banyak yang menanyakan bagaimana mekanisme mengundang Annisa Rebana. Karena banyak warga non muslim, maka saya jelaskan kalau Annisa Rebana bisa tampil di acara budaya juga," tambah Ida yang berprofesi sebagai pengajar.
Baru-baru ini Annisa Rebana London mengisi acara yang digelar Yayasan Minhaj College and Foundation.
"Tujuan Minhaj Foundation adalah menggali budaya Islam dari berbagai negara untuk ditampilkan yang tujuannya untuk menggalang donasi sebagai charity."
Saat ditanya Langit7 berapa tarif yang dipasang untuk memanggil Annisa Rebana, Ida menegaskan bawah grup musik tidak pernah mematok tarif khusus dalam setiap penampilannya.
Baca juga: Jabar Tawarkan Dua Kawasan Industri Rebana ke Investor Timur Tengah"Kami tidak pernah mematok harga khusus. Tapi Anda bisa menyesuaikan kira-kira berapa tarif yang pantas," kata Ida.
Menurut Ida, hal tersebut dibuat karena tidak mau dianggap merepotkan orang yang ingin mengundang grup musik dengan 20 orang personilnya ini. Jadi, misalnya hanya dibayar sebatas uang pengganti transportasi dan makan saja, mereka pun tetap berangkat.
Terpenting tujuan dari Annisa Rebana London untuk berdakwah melalui nada dan sholawat juga mengenalkan bahwa Islam itu terbuka dan fleksibel bisa diterima masyarakat di London.
(est)