Langit7, Bandung - Dua kawasan industri di Metropolitan Rebana, yakni pengembangan
aerocity di Majalengka dan investasi di bekas tanah PT RNI di Subang, akan ditawarkan kepada investor Timur Tengah.
Hal tersebut terungkap usai pertemuan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan Menteri BUMN Erick Thohir serta Dirut PT PP dan PT Angkasa Pura di Gedung Pakuan Bandung, Sabtu (09/10).
Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar ini mengatakan, pertemuan tersebut membahas sejumlah rencana penguatan investasi di Jabar.
"Mayoritas di Rebana yaitu di Subang di lahan bekas PT RNI dan di aerocity akan kita sosialisasikan di Timur Tengah," ujarnya.
Baca juga: Program Aku Siap Ekspor, Beri Pendampingan IKM Furnitur Go GlobalPromosi dua kawasan Rebana itu masuk dalam agenda Pemerintah Pusat, safari investasi yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.
Menurut Kang Emil, dalam safari investasi ke Timur Tengah itu, rencananya akan dihadiri pula Erick Thohir. Sebab, masih ada keterkaitan dengan perusahaan milik BUMN.
"Kebetulan Pemerintah Pusat berencana akan safari investasi di Abu Dhabi, di mana salah satu agendanya adalah mempromosikan investasi di kawasan Rebana. Kemungkinan saya dan Pak Erick ikut karena ada keterkaitan dengan BUMN," ujarnya.
Selama ini jumlah investor Timur Tengah yang menanamkan modal asing di Jawa Barat terbilang masih sedikit. Mayoritas investasi asing di Jawa Barat berasal dari kawasan Asia Timur seperti Jepang, Korea, Tiongkok dan Singapura.
Untuk itu, lanjut dia, langkah intensif dilakukan guna menarik investor Timur Tengah ke Jabar. Salah satunya dengan cara "door to door" untuk meyakinkan investor.
"Makanya perlu lebih diintensifkan, kuncinya tidak jaga warung tapi "door to door" kita datangi dan yakinkan mereka. Apalagi, Jawa Barat kini memiliki kawasan potensial untuk investasi, seperti kawasan Rebana yang akan memiliki 13 kota industri baru," tambahnya.
Untuk lebih banyak menarik investor asing, pihaknya juga tengah menuntaskan proyek tol Cisumdawu yang akan menjadi akses penunjang menuju Bandara International Jawa Barat (BIJB). Tol Cisumdawu ditargetkan rampung akhir 2021.
"Ada juga persiapan BIJB yang koneksi jalan tolnya akan tembus di akhir tahun ini, tadi ada masukan penguatan BIJB agar lebih kompetitif dan lancar lagi dalam urusan ekonominya," tuturnya.
Baca juga: Tips Branding dan Marketing Penjualan OnlineSementara itu, diwaktu yang sama, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, pertemuannya dengan Kang Emil untuk menyepakati sejumlah langkah agresif dalam menarik investor.
"Hari ini kita mencari jalan dan bersepakat untuk lebih agresif, Pak Gubernur nanti juga akan pergi ke Jepang dengan Menteri Perdagangan, kalau sama saya ke Abu Dhabi dan Eropa untuk mendorong investasi di Jabar," tambahnya.
Dalam safari investasi itu, sejumlah perusahaan BUMN akan dilibatkan karena telah memiliki partner internasional di berbagai negara. Salah satunya PT Pertamina di Balongan Indramayu.
Ia meminta semua pihak untuk tidak terus terjebak dengan isu Covid-19. Kendati pandemi masih menjadi perhatian serius, tapi perekonomian juga harus terus ditingkatkan.
"Kita jangan terus terjebak isu Covid-19, memang kasusnuya harus kita tekan dan waspada, tapi pasca Covid-19 harus dimulai dari sekarang. Kita tidak mungkin ambil posisi selalu bertahan dan sekarang kita ambil kesempatan bagaimana investasi harus terus ditingkatkan, karena saat ini kita menghadapi revolusi industri 4.0," tambah Erick.
(zul)