LANGIT7.ID, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) menggelar sejumlah pertemuan bisnis di Dubai dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dalam rangka menggaet investor untuk Aeorocity Kertajati, kota Metropolitan, Rebana, dan Jabar Selatan. Emil mengatakan sudah saatnya pemimpin daerah menjemput bola dan mengetuk pintu investor secata langsung.
“Saya itu punya prinsip, rezeki itu harus dijemput tidak bisa ditunggu, jadi kami tidak lagi menggunakan ekonomi politik jaga warung, nunggu orang datang. Tapi dengan politik ketok pintu, atau
door to door,” kata Emil dalam keterangan yang diterima, Ahad (7/11/2021).
“Karena biasanya kalau yang mempresentasikannya orang nomor satu, mereka langsung percaya, karena terlihat
political will-nya,” tambahnya.
Baca Juga: Mochtar Kusumaatmadja, Diplomat Ulung dari Keluarga PesantrenEmil memaparkan kunjungan ke Timur Tengah juga merupakan upaya mencari potensi investasi dari negara-negara baru. Selama ini investasi lebih sering datang dari negara Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, atau Singapura.
“Jadi (investasi dari) Timur Tengahnya itu kurang. Untuk menyeimbangkan geopolitik investasi, rencananya di masa depan akan lebih banyak ke Timur Tengah,” ujar dia.
Baca Juga: Kemenperin dan Jabar Bawa Industri Halal hingga Ekonomi Kreatif Anak Bangsa ke Expo 2020 DubaiDi hari kedua di UEA pada Kamis (4/11/2021) Emil menghadiri UEA-Indonesia Business Forum bersama Menteri Perdagangan M. Lutfhi, Ketua Kadin Arsjad Rasjid, serta menghadiri National Day di Dubai Expo 2020. Ia adalah satu-satunya gubernur di Indonesia yang datang di forum ini.
Proyek pembangunan Metropolitan Rebana dan Jabar selatan yang telah mendapatkan kepastian hukum lewat Perpres Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan, menjadi yang utama yang ditawarkan Gubernur pada investor.
Kawasan Segitiga Rebana terdiri dari tujuh kota dan kabupaten, yaitu Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Subang.
Baca Juga: Kang Emil: Peringatan Hari Santri Bawa Semangat Hubul Waton Minal ImanSebagai jantung pertumbuhan kawasan ini ada Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka yang berfungsi sebagai pusat konektivitas udara dan logistik.
“(Rencana) Yang terbesar sebenarnya adalah membangun Rebana, karena kalau berhasil akan ada 13 kota baru, akan hadir lima juta lapangan pekerjaan, akan memberikan bonus 2-3 persen pertumbuhan ekonomi,” ujar dia.
Baca Juga: Jabar Tawarkan Dua Kawasan Industri Rebana ke Investor Timur Tengah(zhd)