LANGIT7.ID, Jakarta - Tarbiyah Islamiyah dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai pendidikan Islam. Namun secara etimologi, tarbiyah islamiyah memiliki beragam makna yang menunjukkan sistem pendidikan yang begitu komprehensif.
Ketua Bidang Tarbiyah PP Persis, KH Dr Dedeng Rosyidin menjelaskan bahwa konsep pendidikan dalam Islam sangat kaya sebagaimana diuraikan dalam Alquran dan hadits. Islam menempatkan tarbiyah sebagai sistem utama yang memayungi berbagai konsep pendidikan lain seperti
ta’lim, ta’dib, dan
tadris.
“Makna tarbiyah secara bahasa adalah bersifat
syumul, sangat menyeluruh maknanya. Karena itu nanti akan kelihatan induknya pendidikan itu di mana, apakah
ta’lim, tadris atau
ta’dib. Maka dari makna akar bahasa saja dapat diketahui bahwa pendidikan Islam di atasnya itu tarbiyah ke bawah nanti ada
ta’lim, tadris, dan
ta’dib,” katanya.
Baca Juga: LPMQ: Perlu Standardisasi Mushaf Alquran untuk TunawicaraKiai Dedeng menguraikan, tarbiyah secara bahasa mengandung 11 makna, yakni mengembangkan, menumbuhkan, meninggikan, memberikan penjagaan, memelihara, memimpin, menjadikan sebagai miliknya, menyempurnkan, memperbaiki, memberikan penjagaan dan pengurusan, memberikan pengetahun dan memberikan petunjuk.
Mengutip Umar Yusuf Hamzah dalam "Ma'alim al-Tarbiyah fi al-Qur'an wa al-Sunnah", Kiai Dedeng menjelaskan tujuan tarbiyah islamiyah. Yusuf Hamzah menyatakan tarbiyah islamiyah adalah ilmu yang mengarahkan manusia secara bertahap pada kesempurnaan.
Baca Juga: 7 Pesantren Mewah di Indonesia, Nomor 5 Semua Pasti Tahu“Berati tarbiyah islamiyah menurut beliau adalah sistem pendidikan yang ingin menjadikan manusia sempurna dengan ilmu secara bertahap. Yang nanti terwujud dalam peribadahan kepada Allah dan untuk menyiapkan manusia agar hidupnya bahagaia dalam lindungan syariat Allah,” katanya.
Baca Juga: Adzan Berkumandang Saat Berolahraga, Bagaimana Sikap Kita?Baca Juga: Istiqlal Jadi Inspirasi 10 Masjid Dunia Ramah Lingkungan(zhd)