Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Dulu Penjual Pentol Keliling, Kini Jadi Kiai Pengasuh Pesantren

Muhajirin Senin, 06 September 2021 - 11:58 WIB
Dulu Penjual Pentol Keliling, Kini Jadi Kiai Pengasuh Pesantren
Kiai Mushofa bersama Gus Rijal Mumazziq Z (foto: inaifas.ac.id)
LANGIT7.ID - Namanya Kiai Mushofa bin Idrus. Masih muda, kelahiran 1983. Pria asal Karangrejo, Gumukmas, Jember, Jawa Timur merupakan pengasuh Ponpes Daarul Ishlah As Syafi'iyah yang terletak di pedalaman Kalimantan. Namun siapa sangka, perjuangannya hingga menjadi pengasuh pesantren luar biasa.

Pesantren yang ia asuh terletak di Desa Batu Meranti, Sungai Loban, Tanah Bumbu, Kalimantan-Selatan. Desa tersebut membutuhkan 5 jam perjalanan darat dari Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin.

Menurut penuturan Rektor Institut Al Falah Assunniyah (INAIFAS) Jember, Gus Rijal Mumazziq Z, perjalanan Kiai Mushofa mengasuh Ponpes Daarul Ishlah tak mudah. Banyak hambatan. Ia tak lahir dari keluarga yang berkecukupan. Saat masih kuliah, ia ngontel dari rumah ke kecamatan, lalu numpang bis ke kampus. Begitu tiap hari.

Ia melakukan banyak pekerjaan untuk bisa membiayai kuliahnya. Salah satunya menjadi pengajar di SDNU Karangrejo 1, MIMA Karanganyar 1, dan MTs Darul Ulum Karanganyar. Ia bisa menabung dari hasil mengajar tersebut.

Kiai Mushofa menikah pada 2008 bersama Umi Latifah, yang merupakan adik kelas beliau saat masih kuliah di INAIFAS Jember. Pada 2010, pasangan ini nekat berangkat ke Kalimantan Selatan, tepatnya di Desa Batu Meranti, Tanah Bumbu, Kec. Sungai Loban.

Di desa itu, ia mengontrak bangunan warung ukuran 4 x 6 milik warga di komplek pasar Batu Meranti. Ia berjualan pentol keliling untuk menafkahi keluarga. Jika malam tiba, ia jualan bakso. Pernah juga berdagang sate. Kadang-kadang melayani catering, dan pekerjaan sambilan lain untuk menghidupi keluarganya.

Selain itu, setahun berikutnya ia diminta untuk mengajar ngaji ibu-ibu. Gaya ngajinya luwes. Tematik berkisar keseharian masyarakat. Komunikasinya pakai bahasa Jawa. Maklum, di wilayah ini, mayoritas keturunan Jawa. Ada yang dari Cilacap, Kebumen, Yogyakarta, Blora, Madiun, Banyuwangi, Jember, Ponorogo, hingga Ngawi.

Meskipun sering mengisi khutbah Jum’at, ceramah, dan ngaji keliling di berbagai desa, Kiai Mushofa tetap jualan pentol. Usaha baksonya semakin laris. Lantas membuka kios bakso.

Pernah suatu ketika ia terkena masalah yang mengakibatkan pindah kontrakan dan merelakan kios baksonya. Ia lalu membeli sepetak tanah. Ukuran 13 x 15 m seharga 13 juta. Ia membangun rumah sederhana sekaligus warung bakso.

Pada 2013, beberapa sesepuh desa mendorongnya mendirikan pondok pesantren. Dia pun diberi wakaf berupa tanah rawa. Bermula ia bangun asrama putri. Masih berbentuk gubuk sederhana, bukan permanen. Pertama kali buka, jumlah santri baru 11 anak.

Pada 2014, jumlah santri mulai bertambah. Ada juga preman insaf yang mau mondok. Tubuhnya penuh rajah tato. Selama enam bulan dia diajari ibadah dasar oleh Kiai Mushofa, bahkan kemudian dicarikan jodoh sekaligus dinikahkan. Bahkan ada pecandu narkoba yang bisa berhenti saat mondok di tempat Kiai Mustofa. Ia kemudian dicarikan jodoh, dan menikah dengan orang desa sebelah.

Kini, Ponpes Darul Islah As Syafiiyah sudah berkembang. Lahan untuk Ma’had Aly sudah ada, berasal dari tanah wakaf dari seorang pengusaha. Tanah itu seluas 5 hektar. Sebagian, sekitar 3 hektar, ditanami kelapa sawit dan pohon jati. Hasil dari perkebunan itu bisa dipakai untuk membangun fasilitas pesantren.

Sumber: inaifas.ac.id


(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)