LANGIT7.ID-, Jakarta- - Keputusan PP Muhammadiyah menarik dana simpanan sebesar Rp 13 triliun dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tidak hanya mengejutkan banyak pihak, hal ini juga akan berdampak besar di dunia perbankan dan masyarakat luas.
Seperti diungkapkan Ekonom sekaligus Sekretaris Bidang Ekuintek DPP PKS, Handi Risza saat dihubungi, hal ini akan berdampak distrust (ketidakpercayaan) terhadap BSI.
“Kita tahu BSI adalah bank syariah terbesar dan dengan adanya Muhammadiyah yang merupakan organisasi masyarakat besar menarik dananya, bukan tidak mungkin akan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap BSI, atau bahkan kepada bank syariah lainnya,” jelas Handi.
Baca juga:
Muhammadiyah Tarik Dana Rp13 Triliun dari BSI, Pengamat Menduga Ada SesuatuHandi menambahkan, sedikit banyak keputusan Muhammadiyah ini akan berpengaruh pada kepercayaan dan bahkan likuiditas BSI, kalau seandainya nanti Muhammadiyah beserta amal usahanya ramai-ramai menarik dananya.
“Ini akan mengguncang BSI. Dampaknya akan memberikan dampak yang besar apalagi ini industri keuangan kan kaitannya dengan trust,” tutur jubir PKS yang juga akademisi ini.
Handi juga menyayangkan adanya keputusan ini. Sebab Muhammadiyah dan BSI merupakan dua institusi besar di bidangnya, Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat dan BSI di bidang perbankan.
Baca juga:
Muhammadiyah Tarik Dana Rp13 Triliun dari BSI, Ekonom Duga Ada Perbedaan Ideologi“Muhammadiyah ormas besar dan BSI juga bank syariah terbesar di Indonesia, jadi menurut saya harus ada titik temu jangan sampai hal ini merugikan keduanya dan juga merugikan umat Islam secara luas,” harapnya.
Saat ini, lanjutnya, Indonesia sedang membangun industri dan keuangan perbankan syariah supaya marketnya lebih besar. Jangan sampai karena distrust ini lalu menurunkan kepercayaan masyarakat.
“Apalagi jika ini diikuti anggota Muhammadiyah lainnya yang jumlahnya puluhan juta di seluruh Indonesia, kompak menarik semua uangnya di BSI. Tentu akan mempengaruhi dan merugikan kepentingan perkembangan ekonomi syariah ataupun keuangan perbankan yang akan datang,” imbuh Handi.
Diberitakan sebelumnya, PP Muhamadiyah secara resmi mengumumkan penarikan dana persyarikatan yang disimpan di BSI dengan kisaran Rp13 triliun. Berdasarkan rilis yang beredar, langkah ini diambil sebagai upaya konsolidasi PP Muhammadiyah.
(ori)