Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

ITS dan KLHK Ajak Generasi Muda Antisipasi Bahaya Urban Heat Island

tim langit 7 Kamis, 27 Juni 2024 - 11:00 WIB
ITS dan KLHK Ajak Generasi Muda Antisipasi Bahaya Urban Heat Island
Kepala BMKG Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD ketika menyampaikan faktor-faktor penyebab Urban Heat Island
LANGIT7.ID-, Surabaya- - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI membahas peran generasi muda untuk mengetahui Urban Heat Island (UHI) dan menyadari bahayanya.

Kegiatan workshop dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 tersebut digelar Rabu (26/6/2024) di kampus ITS. Acara ini dihadiri Rektor ITS Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD, serta Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Ir Sigit Reliantoro MSc. Gelaran ini juga menggandeng Institut Hijau Indonesia.

Rektor ITS tersebut menuturkan, Urban Heat Island merupakan fenomena alam berupa tingginya suhu daerah perkotaan yang saat ini tengah dialami oleh kota-kota besar di seluruh dunia.

“Fenomena tersebut tahun ke tahun semakin parah yang ditandai dengan suhu yang semakin meningkat,” ungkap dosen Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.

Baca juga:Tim Sapuangin ITS Luncurkan Mobil Terbaru, Siap Pertahankan Juara

Lelaki kelahiran Jogjakarta tersebut menjelaskan bahwa fenomena UHI atau pulau bahang perkotaan diakibatkan oleh industri yang semakin berkembang dari tahun ke tahun. Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak dapat dihindari karena perkembangan bidang industri juga dibutuhkan oleh masyarakat. “Kita harus berusaha agar kerusakan lingkungan akibat industri dapat diminimalisasi,” harapnya.

Kepala BMKG memaparkan, seluruh kota di Indonesia menunjukkan tren peningkatan suhu yang signifikan antara 0,2 sampai 1 derajat celsius per 30 tahun. Selain itu, Indonesia juga mengalami peningkatan tren konsentrasi karbon tiap tahunnya. “Hingga sekarang konsentrasi karbon di udara mencapai 415 ppm,” ulasnya.

Dwikorita menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mengakibatkan UHI, termasuk struktur geometris kota yang rumit, sedikitnya vegetasi, hingga efek rumah kaca. Selain itu, perubahan tutupan lahan yang menjadi lahan terbangun juga memperparah terjadinya UHI.

“Kapasitas termal yang tinggi dari material bangunan pun mengakibatkan panas yang diserap semakin besar,” beber mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.

Melanjutkan penjelasan Bambang dan Dwikorita, Sigit mengemukakan bahwa solusi untuk mengatasi UHI adalah dengan gerakan climate optimism. Dalam gerakan ini, masyarakat harus dapat terhubung satu sama lain, terus memperbarui informasi terkait UHI, fokus mencari solusi, dan terus berupaya mengedukasi yang lain. “Pola pikir tersebut dapat menjadi langkah awal penyelesaian UHI,” tuturnya.

Sebelum dimulai workshop, pada kegiatan ini pun dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ITS dengan BMKG untuk meningkatkan kerja sama bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini harapannya dapat memenuhi kebutuhan BMKG untuk mencetak 500 doktor baru di lingkungan internalnya agar bisa lebih meningkatkan kualitas dan kinerjanya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)