LANGIT7.ID-, Surabaya- - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) menolak dokter asing yang akan masuk ke Indonesia. Sikap ini diambil sebagai reaksi atas sinyal pemerintah yang akan mendatangkan dokter asing ke tanah air
"Secara pribadi dan institusi, kami dari fakultas kedokteran tidak setuju," kata Dekan FK Unair Prof Budi Santoso usai melantik dokter spesialis, Rabu (26/6/2024).
Penolakan ini cukup beralasan. Menurut dekan yang akrab disapa Prof Bus ini yakin 92 Fakultas Kedokteran di Indonesia mampu meluluskan dokter-dokter yang berkualitas. Bahkan kualitasnya tak kalah dengan dokter-dokter asing.
Baca juga:
Hindari Mahasiswa PPDS Depresi, Dekan FK Unair: Pilih Spesialisasi Sesuai Kemampuan"Saya pikir semua dokter di Indonesia tidak rela kalau dokter asing bekerja di sini, karena kita mampu untuk memenuhi dan kita mampu menjadi dokter tuan rumah sendiri," terangnya.
Prof Bus menekankan, banyak RS vertikal di kota-kota besar di Indonesia. Di mana banyak dokter spesialis yang berkompeten dan tidak kalah baik dengan yang ada di luar negeri.
"Agak aneh. Ada Denpasar RS Sanglah, RS Wahidin Makasar di kota besar, Jogja, Bandung, Semarang. Masa mereka kekurangan dokter spesialis? Kami tidak setuju dengan dokter asing," jelasnya.
Pihaknya juga telah berupaya menyampaikan ke Kemenkes. Dia sampaikan terkait kualitas dan jumlah dokter yang ada di tanah air mencukupi, sehingga tak perlu mendatangkan dokter asing.
"Kami akan terus memperjuangkan ke Kemenkes bahwa kami tidak setuju. Saya sebagai institusi fakultas kedokteran tidak setuju untuk dokter asing," pungkasnya.
Diketahui, Menkes Budi pernah memberi sinyal akan mendatangkan dokter asing ke Tanah Air. Dia analogikan cara ini berhasil di Timnas Sepakbola Indonesia.
"Kenapa tim Indonesia sekarang jauh lebih bagus dibandingkan yang dulu? Menurut saya karena masalah kualitas. Indonesia sekarang mengambil pemain asing yang dinaturalisasi," kata Menkes
(ori)