Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 20 Juli 2024
home edukasi & pesantren detail berita

Bulan Muharram: Antara Mitos dan Keutamaan dalam Islam

tim langit 7 Rabu, 03 Juli 2024 - 15:06 WIB
Bulan Muharram: Antara Mitos dan Keutamaan dalam Islam
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Setiap tahun, umat Muslim di Indonesia menyambut datangnya bulan Muharram dengan beragam tradisi dan keyakinan. Bulan pertama dalam kalender Hijriah ini, yang juga dikenal sebagai bulan Sura dalam kalender Jawa, sering kali diwarnai oleh berbagai persepsi dan praktik yang beragam di masyarakat.

KH Yahya Zainul Ma'arif, atau yang lebih dikenal sebagai Buya Yahya, baru-baru ini angkat bicara mengenai pandangan yang beredar seputar bulan Muharram. Dalam ceramahnya, ulama kharismatik ini menekankan pentingnya memahami makna sejati bulan Muharram dalam ajaran Islam.

"Muharram adalah bulan yang penuh berkah dan kemuliaan," tegas Buya Yahya dalam Youtube Al-Bahjah TV. Ia menepis anggapan bahwa bulan ini membawa kesialan atau petaka. "Keyakinan seperti itu tidak memiliki dasar dalam ajaran agama kita," tambahnya.

Buya Yahya mengkritisi kepercayaan yang menganggap malam satu Suro sebagai malam keramat. Menurutnya, pandangan ini lebih mencerminkan sisa-sisa kepercayaan lama yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. "Semua hari adalah baik untuk beribadah. Yang membuat hari menjadi buruk adalah perbuatan maksiat kita sendiri," jelasnya.

Menariknya, bulan Muharram justru memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Nabi Muhammad SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah pada bulan ini, terutama puasa. "Puasa di bulan Muharram adalah puasa terbaik setelah Ramadhan," ungkap Buya Yahya.

Lebih lanjut, Buya Yahya mengajak umat Muslim untuk memanfaatkan momentum Tahun Baru Hijriah ini dengan kegiatan-kegiatan positif. Ia menyarankan untuk mengadakan acara-acara keagamaan seperti tausiyah, pembacaan doa akhir dan awal tahun, serta memperbanyak shalat berjamaah di masjid.

Pandangan Buya Yahya ini sejalan dengan semangat Islam yang menekankan optimisme dan produktivitas. Alih-alih takut atau khawatir, umat Muslim didorong untuk menyambut bulan Muharram dengan penuh semangat dan harapan akan tahun yang lebih baik.

Di sisi lain, fenomena percampuran budaya lokal dengan ajaran Islam dalam memandang bulan Muharram juga menarik untuk dicermati. Bagi sebagian masyarakat Jawa, bulan Suro masih dianggap sebagai waktu yang sakral, diwarnai dengan berbagai ritual adat.

Namun, penting untuk memisahkan mana yang merupakan ajaran agama dan mana yang sekadar tradisi. Buya Yahya menekankan bahwa umat Islam tidak perlu takut dengan mitos-mitos seputar bulan Muharram. Sebaliknya, ini adalah kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan berbuat kebaikan.

Kesimpulannya, bulan Muharram seharusnya menjadi momen refleksi dan pembaruan spiritual bagi umat Muslim. Alih-alih terjebak dalam mitos dan ketakutan yang tidak berdasar, kita diajak untuk memanfaatkan bulan ini sebagai awal yang baik untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan kita.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 20 Juli 2024
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan