LANGIT7.ID, Jakarta - Sutradara film Warkop DKI Reborn, Anggy Umbara membagikan lima rahasia agar sebuah film laris ditonton dan diminati khalayak luas. Hal tersebut disampaikan Anggy melalui webinar bertajuk 'Menelisik Minat dan Selera Penonton Muda Indonesia', Selasa (7/9).
"Pertama, film sebagai IP, intelektual property itu harus kuat. Kedua, ceritanya menarik dan menyasar penonton," kata Anggy.
Ketiga, lanjut dia, production value yang totalitas dan konsisten. Keempat, untuk pemain, harus dipertimbangkan agar menarik penonton ke bioskop. "Terakhir promosi harus jitu, membangun ketertarikan penonton akan sebuah judul film itu penting," ujarnya.
Anggy mengungkapkan,penonton muda adalah mayoritas penonton di Indonesia. Menurut dia, sebelum pandemi, film Indonesia sedang di puncaknya.
"Kita bisa lihat penonton muda mendominasi di usia 13-18 tahun. Kita harus membuat cerita yang menarik mereka. Mudahnya ya, cerita cinta itu bisa diterima di semua usia," ujarnya.
Pada kesempatan sama, Ody Mulya Hidayat sebagai produser Max Pictures yang sukses dengan film Dilan 1990 menyepakati apa yang diungkapkan Anggy Umbara. Namun, pergeseran layar bioskop ke layanan over the top (OTT) di masa pandemi juga membuat strategi pemilihan pemain berubah.
"Sekarang pemain nggak harus yang sudah terkenal. Karena OTT ini mengubah kebutuhan pemain kita, media sosial bisa menjadi tolak ukur apakah pemain bisa menarik minat penonton," ujarnya.
Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Ahmad Mahendra mengapresiasi webinar ini.
Dia mengatakan pemerintah akan mendukung dan memfasilitasi gelaran Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) 2021 sebagai salah satu upaya untuk memperkuat ekosistem perfilman terutama di tengah pandemi.
"Wartawan tentu tidak terpisah dari perjalanan perfilman Indonesia. Jadi saat ada ide akan mengadakan FFWI, tentu kita dukung penuh. Ini langkah yang bagus untuk memperkuat ekosistem," kata Ahmad dalam webinar kedua FFWI, Selasa.
"Jadi upaya yang baik ini tentu kita apresiasi. Kemendikbud Ristek sangat mendukung dan siap memfasilitasi," imbuhnya.
Ahmad menambahkan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup serius bagi semua sektor termasuk perfilman di Indonesia.
Menurut dia, banyak para pembuat film merasa kesusahan saat akan memproduksi karya-karya baru karena terhalang pandemi, sehingga ia berharap gelaran FFWI dapat memacu kreativitas masyarakat untuk kembali berkarya di jalur film.
(arp)