LANGIT7.ID-, Thailand- - Juru bicara pemerintah, Chai Wacharonke, mengatakan bahwa Perdana Menteri Srettha Thavisin telah memerintahkan semua lembaga terkait pariwisata untuk mempromosikan negara ini sebagai destinasi ramah Muslim.
Pengumuman ini muncul setelah Thailand menduduki peringkat ke-5 di antara negara-negara non-Organisasi Kerjasama Islam dalam Global Muslim Travel Index oleh Crescentrating dan Mastercard. Peringkat ini didasarkan pada fasilitas yang ditawarkan kepada wisatawan Muslim, termasuk pilihan makanan halal, lingkungan perjalanan, dan kemudahan akses ke tempat ibadah.
"Industri pariwisata halal tumbuh pesat, dengan setidaknya 168 juta Muslim diperkirakan akan melakukan perjalanan ke seluruh dunia tahun ini, meningkat 15% dibandingkan tingkat sebelum pandemi," kata Chai. Ia menekankan bahwa Thailand menarik bagi wisatawan Muslim karena suasana multikultural serta beragam fasilitas ramah Muslim dan pilihan makanan halal.
Chai menambahkan bahwa sebagian dari keberhasilan ini adalah berkat peta jalan pemerintah untuk pengembangan industri halal tahun 2024-2028. Termasuk di dalamnya adalah pembentukan Pusat Industri Halal Thailand yang bertugas meningkatkan nilai produk halal negara ini di pasar yang lebih luas.
"Di masa depan, pemerintah akan membentuk Komite Industri Halal Nasional untuk mengarahkan upaya negara menjadi pusat produk halal ASEAN," ujarnya. (International Quran News Agency)
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”